Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Ratusan buruh perempuan dari elemen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Aksi unjuk rasa tersebut, dilakukan dalam rangka menyambut hari hari Perempuan Internasional serta penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Salah satu orator mengatakan, bahwa dengan adanya RUU Omnibus Law Cipta Kerja maka hak-hak para buruh perempuan akan dihilangkan.

“Kenapa kita tolak omnibus law, karena pesangon kita akan dihapuskan. Lalu cuti haid, cuti hamil, cuti keguguran dan cuti menikah juga akan dihapuskan,” ujar orator di depan kantor KPPPA, Jumat (6/2/2020).

Para buruh perempuan merasa akan lebih sengsara jika RUU omnibus law disahkan.

“Aturan yang sudah ada saja masih belum bisa dijalankan dengan baik, contohnya, cuti haid yang sebelumnya sudah ada aturannya saja masih belum terlaksana dengan baik, apalagi dihapuskan,” lanjut orator tersebut.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, beberapa perwakilan buruh perempuan diterima oleh perwakilan dari Kementrian PPPA. Mereka menyampaikan aspirasinya, agar pemerintah bisa menindaklanjutinya.

“Hari ini kita sudah diterima dengan para pimpinan kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kita juga sudah sampaikan aspirasi kita semua, mudah – mudahan ada tindak lanjutnya. Selain itu, kita juga akan ada audiensi – audiensi sepanjutnya,” ujar salah satu perwakilan buruh perempuan yang bertemu perwakilan KPPPA.