Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta – Ada kabar baik bagi pedagang kaki lima (PKL) yang tak ingin direpotkan dengan persoalan listrik. Pasalnya, seorang siswa SMA Jakarta International School (JIS) kelas 12 Jihwan Shin berhasil memodernisasi panel surya pada gerobak untuk menghasilkan tenaga listrik guna keperluan pedagang sehari-hari seperti menyalakan lampu, kipas, memanaskan makanan, merebus air, dan mengisi daya ponsel.

Bagi pedagang kaki lima yang bekerja sepanjang malam, listrik merupakan kebutuhan yang paling penting. Untuk memenuhi kebutuhan ini, selama ini mereka harus mengisi ulang baterai portabel dengan biaya dan sangat berbahaya jika malam harinya hujan. Dengan panel surya yang bekerja di sepanjang siang untuk menyimpan energi, masalah atau biaya ini akan hilang, kata Jihwan di Jakarta, Jumat (31/01/2020).

Dikatakan Jihwan, secara otomatis panel surya yang terpasang akan terpapar sinar matahari di siang hari, kemudian elektron akan terpecah dari atom untuk menghasilkan listrik. Panel listrik ini memiliki dimensi sekitar 1m x 80cm dan menempel di bagian atas gerobak.

Pedagang kaki lima dapat melakukan efisiensi biaya jangka panjang karena setelah panel ini dipasang, mereka tak lagi membutuhkan biaya tambahan. Efisiensi ini tidak hanya menguntungkan PKL secara khusus, tetapi secara umum akan menguntungkan seluruh negara karena listrik adalah sumber daya yang terbatas, jelas remaja yang mengaku sangat mencintai sains dan lingkungan itu.

Selain listrik tenaga surya, gerobak hasil disain remaja kelahiran Jakarta ini juga memiliki kamera kecil di bagian depan. Melalui kamera ini, pedagang dapat memantau hambatan atau halangan dari monitor atau layar. Selain itu, monitor atau layar juga dapat berfungsi untuk mempromosikan barang dagangannya. Teknologi ini dia klaim akan mengurangi risiko kecelakaan gerobak yang disebabkan oleh kendaraan atau yang lain.

Di samping itu, saya juga mendisain gerobak bergaya modern dan konvensional. Jadi, tidak hanya penambahan teknologi canggih pada gerobak, tetapi juga pada estetika maupun efisiensi. Proyek ini juga merupakan adaptasi terhadap energi terbarukan, katanya.

Remaja yang menggemari pelajaran matematika dan komputer ini sudah mempresentasikan teori gerobak hasil karyanya dengan sampel gerobak kecil di UI (Universitas Indonesia) Salemba sebulan yang lalu dan akan menyerahkan hasil karya tersebut ke Indonesian Environmental Scientists Association (IESA) di hadapan Dewan Riset Daerah (DRD) wilayah DKI Jakarta. Selanjutnya, tim IESA dan DRD akan melakukan sosialisasi dan memperkenalkan hasil karya yang ramah lingkungan tersebut ke sejumlah asosiasi bisnis.

Saya ingin melindungi paten ide dan diagram sirkuit saya mengenai pemasangan panel surya di atap gerobak. Sudah masuk tahap penelusuran hak patent ke dirjen HAKI dan akan mengikuti tahap selanjutnya agar ide ini dipatenkan. Saya ingin mematenkannya atas nama SKL (Suncell Kaki Lima), ujarnya.

Supaya temuannya tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh para PKL, Jihwan juga berupaya menawarkan kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang memiliki mitra PKL.

Kami juga tengah mengirim proposal ke Go-Jek dan Warung Pintar supaya gerobak ini dapat dimanfaatkan oleh mitra pedagang, dan pihak tersebut dapat bekerja sama lagi dengan perusahaan besar agar gerobak ini bisa dinikmati para PKL karena harga SKL ini terbilang cukup mahal oleh karena itu diperlukannya kerjasama dengan perusahan besar agar tercipta non-profit business untuk rakyat, pungkas Jihwan.