oleh

Awas Jangan Tertipu Negative Campaign “Jalan Tol Pak Jokowi”

Redaksikota.com – Pengamat politik dari The Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai ada upaya pembusukan yang dilakukan oleh pihak tak bertanggungjawan terhadap pemerintahan saat ini, dimana ada semacam kamuflase yang dilakukan dengan penyebaran narasi seperti seolah-olah mendukung namun sejatinya tengah melakukan serangan secara tidak langsung.

Salah satu trik kamuflase tersebut adalah dengan munculnya spanduk, bahwa masyarakat non-pendukung Joko Widodo misalnya, tengah diingatkan agar tidak mengakses layanan publik yang dikerjakan oleh Presiden Indonesia itu.

“Spanduk yang bertuliskan ‘Pendukung #2019GantiPresiden, Anda sedang melewati jalan Tol Pak Jokowi’ menjadi viral di media sosial. Tetapi belum jelas siapa yang membuat dan memasang di Tol. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab,” kata Karyono Wibowo dalam siaran persnya yang diterima Redaksikota.com, Senin (12/6/2018).

“Menurut saya ada dua kemungkinan. Pertama, spanduk tersebut memang dibuat oleh simpatisan Jokowi dengan keluguannya dalam membuat kalimat seperti itu. Tetapi jika itu dibuat oleh relawan Jokowi apakah sebodoh itu mereka dalam menyusun kalimat,” lanjutnya.

Kemungkinan yang kedua disampaikan oleh Karyono lebih dianggap relevan, yakni dibuat oleh pihak atau kelompok oposisi yang mencoba memutarbalikkan narasi sehingga seolah-olah berpihak tapi sejatinya sedang ingin membusukkan.

“Saya lebih cenderung menilai kemungkinan yang kedua, yaitu pembuatnya dari kubu penantang Jokowi. Tujuannya untuk menimbulkan keblunderan komunikasi politik, dengan menimbulkan kesan arogan seoalah-olah jalan tol tersebut diklaim milik Jokowi, Targetnya untuk membentuk citra negatif terhadap sosok Jokowi,” tuturnya.

Karyono juga menyatakan pola negative campaign semacam itu bukan hal yang baru. Bahkan itu merupakan trik lama yang dikembangkan saja. Tujuannya jelas untuk melakukan pembusukan secara tidak langsung.

“Trik seperti itu bukan hal yang baru dalam strategi pemenangan dalam kontestasi politik elektoral. Hal itu bagian dari propaganda politik untuk membusukkan lawan politik dengan cara seolah mendukung tetapi sejatinya untuk menjerumuskan,” tegasnya.

Kemudian Karyono juga mengatakan bahwa pola yang dipakai semacam itu biasa dilakukan oleh para konsultan politik profesional yang memberikan ide-ide kreatif namun cenderung negatif.

“Hal semacam itu kerap dilakukan oleh konsultan politik profesional. Ada ribuan cara dan trik untuk membusukkan lawan politik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Karyono sangat berharap masyarakat Indonesia bisa cerdas dalam memandang fenomena apapun yang terjadi dalam gelanggang politik nasional saat ini. Terkhusus kepada para pendukung Joko Widodo agar tidak mudah tergiring dengan narasi muslihat semacam itu.

“Masyarakat harus cerdas dalam mencerna informasi. Apalagi di saat menjelang pemilu sebagai momentum perebutan kekuasaan, banyak informasi yang memanipulasi kesadaran rakyat,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahaa spanduk semacam itu sudah bertebaran di beberapa ruas jalan sepanjang arus mudik. Bahkan informasi yang diperoleh Redaksikota.com, spanduk tersebut sempat terpasang di kawasan Semarang dan tol Bocimi (Bogor-Ciawi- Sukabumi). Hanya saja tidak jelas identitas pemasang spanduk tersebut. Bahkan penampakan spanduk tersebut juga kini menjadi viral di jagat dunia maya. (ibn)

Komentar