Beranda Nasional Pemuda Pancasila: Teror Surabaya Aksi Nyata Para Musuh Bangsa dan Negara

Pemuda Pancasila: Teror Surabaya Aksi Nyata Para Musuh Bangsa dan Negara

Redaksikota.com –Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengutuk keras atas peristiwa serangan bom bunuh diri terhadap gereja di kota Surabaya, Jawa Timur.

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Japto. Diantaranya adalah pertama, pihaknya dengan tegas kembali menyampaikan sangat mengutuk terorisme dalam bentuk apapun.

Kedua, pemerintah harus Menumpas Terorisme sampai Tuntas. Ketiga, aparat dan masyarakat perlu meningkatkan Pengamanan tempat-tempat Ibadah dan Pemuda Pancasila di seluruh Indonesia siap berpartisipasi.

Keempat, kegiatan apapun yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila, usaha-usaha memecah belah NKRI dan bertentangan dengan UUD 1945 akan menjadi musuh bersama Bangsa Indonesia, bahkan Pemuda Pancasila siap berada di baris terdepan.

Di tempat terpisah, Arif Rachman yang merupakan Ketua Bidang Ideologi dan Politik MPN Pemuda Pancasila menyampaikan rasa duka dan mengutuk keras atas bom gereja kepada para pelaku yang tidak berprikemanusiaan ini.

“Pertama saya atas nama Pemuda Pancasila menyatakan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa para korban Bom Bunuh Diri di Surabaya hari ini. Kedua saya mengutuk keras tindakan biadab yang dilakukan para pelaku, serta mendesak kepada aparat untuk mengambil tindakan tegas, cepat dan tuntas agar semua pelaku dapat diseret dan diberikan hukuman setimpal,” kata Arif yang juga aktifis 98 itu, Senin (13/5/2018).

Disampaikan Arif juga, bahwa Negara Indonesia merupakan Negara yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 45, Kebhinekaan dan persatuan adalah harga mati yang harus terus dirawat dan jaga bersama.

“Apapun bentuk teror apalagi yang sudah masuk ke ranah agama dengan menghancurkan fasilitas ibadah dan mencelakai orang yang tidak berdosa, sangat tidak bisa diterima, dan hal ini harus segera dihapus dari Bumi Pancasila yang kita cintai ini,” tutur pria yang juga Mantan Ketua DPP KNPI itu.

Apapun bentuk teror yang menjurus kepada penggunaan simbol-simbol agama untuk membuat perpecahan, Arif menurutkan mereka wajib diperangi hingga ke akar-akarnya.

Kinerja TNI, Polri dan BIN harus seiring sejalan dengan melibatkan semua komponen anak bangsa untuk memerangi teror yang diarahkan menuju konflik horizontal. Harus segera ada gerakan bersama antara TNI, Polri, BIN beserta jajarannya dengan penguatan berlapis agar jangan ada lagi pengulangan peristiwa yang terjadi seperti sekarang ini.

“Jangan kalian para pelaku merasa paling benar, bahwa semua agama melarang tindakan teror, apalagi yang mengatasnamakan Islam. Islam mengharamkan tindak terorisme, karena itu apa yang para pelaku lakukan ini adalah merupakan bentuk penghianatan terhadap Bangsa dan Negara,” tukas Staf Khusus Menhan RI dalam wawancara tadi.

Lebih lanjut, Arif juga menekankan bahwa terorisme adalah musuh bersama Bangsa Indonesia. Maka oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat khususnya Indonesia harus menjaga Bumi Pancasila ini dari gangguan dan cobaan pecah belah orang-orang yang ingin merusak persatuan bangsa ini.

“Saya menghimbau kepada seluruh elemen Bangsa untuk saling bersatu, bahu membahu antara rakyat, TNI dan Polri, untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kita masing-masing. Semoga Allah Tuhan yang Maha Kuasa melindungi kita semua,” tutup Arif. (**)