Beranda Nasional Gifari Shadad Minta Polri, BNPT dan BIN Tingkatkan Kekuatan Tangkal Terorisme

Gifari Shadad Minta Polri, BNPT dan BIN Tingkatkan Kekuatan Tangkal Terorisme

"Dalam hal ini BIN, Polri dan BNPT harus melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat Indonesia, dan mendekteksi secara dini ancaman terorganisir yang akan terjadi kedepannya," tegas Gifari.

JAKARTA, Redaksikota.com – Pemikiran radikalisme yang bermuara pada aksi terorisme menjadi salah satu permasalahan krusial bangsa ini yang patut diperhatikan. Pasalnya Indonesia merupakan bangsa yang heterogen dan terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan antar golongan.

Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika, Gifari Shadad R menyatakan bahwa aksi terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa hari yang lalu telah merusak pilar kebangsaan Indonesia. Apalagi kejadian tersebut juga dinilai telah mencederai nilai-nilai asli bangsa Indonesia.

“Aksi terorisme ini sudah ciderai nilai-nilai Pancasila yang seharusnya mengedepankan asas kolektif kolegial, menciptakan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Gifari dalam keterangannya kepada Redaksikota.com, Selasa (15/5/2018).

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi, apakah filosofi yang digunakan adalah kebencian dan fanatisme? dan menganggap bahwa hal tesebut termasuk bagian dari jihad sehinggga mereka menempuh jalan pintas dengan menghancurkan diri sendiri tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi kedepan. 

Gifari memandang bahwa sudah tentu saja tindakan tersebut di dalam agama manapun termasuk Islam tidak dapat dibenarkan apalagi sampai menimbulkan korban yang berjatuhan.

“Sebagai bangsa yang mapan, maju dan berdaulat tentu kita paham narasi besar apa yang sedang dimainkan, maka dari itu kita sebagai Mahasiswa harus menjadi benteng utama dalam menangkal radikalisme yang menciderai pilar kebangsaan Indonesia,” tuturnya.

Kemudian, Mahasiswa di Universitas Prof Hamka (Uhamka) menilai bahwa ini merupakan momentum tepat bagi masyarakat Indonesia untuk mendalami kembali nilai-nilai Pancasila yang sudah mulai pudar.

“Sebab Pancasila menjadi benteng utama bangsa dan negara Indonesia agar dapat terhindar dari paham radikalisme, sehingga dapat terwujud suatu kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Gifari.

Lebih lanjut, Gifari pun meminta dengan tegas aparatur negara yang memiliki tugas untuk menangkal radikalisme tersebut harus semakin diperkuat. Apalagi ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5/2018) dianggap bahwa aparat negara
telah kecolongann.

Oleh karena itu, demi terciptanya suatu rasa aman dan damai, maka peran pemerintah harus cepat dalam menyelesaikan segala bentuk kejahatan yang mengancam masyarakat Indonesia

“Dalam hal ini BIN, Polri dan BNPT harus melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat Indonesia, dan mendekteksi secara dini ancaman terorganisir yang akan terjadi kedepannya,” tegas Gifari. (ibn)