Beranda Nasional Halangi Pengesahan UU Terorisme Sama Dengan Biarkan Teroris Langgar HAM

Halangi Pengesahan UU Terorisme Sama Dengan Biarkan Teroris Langgar HAM

Mahfud MD

Redaksikota.com – Pasca serangan dan teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris beberapa hari terakhir ini menimbulkan dorongan keras agar Rancangan Undang-undang Tentang Terorisme segera disahkan.

Salah satu yang menyikapinya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Ia menilia bahwa tidak ada lagi alasan siapapun untuk menghalangi pengesahan UU Anti Terorisme tersebut.

Bahkan ia menilia jika masih ada orang yang menghalangi pengesahan UU tersebut, maka sama halnya dengan orang tersebut membiarkan para pelaku teror tersebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) rayat lain yang tak berdosa.

“Menghalangi pengesahan UU Anti Terorisme dgn alasan utk melindungi hak asasi manusia orang yg menjadi teroris sebenarnya sama dgn membiarkan hak asasi manusia yg lebih besar (rakyat) utk dilanggar oleh teroris-teroris biadab,” kicau Mahfud MD melalui akun twitternya @mohmahfudmd, Minggu (13/5/2018).

Diketahui, serangan bom bunuh diri terjadi di tiga Gereja sekaligus. Diantaranya adalah Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) yang dilakukan oleh pria bernama Dita Soeprianto. Kemudian Gereka Kristen Indonesia (GKI) dilakukan oleh istri dan kedua anak perempuan Dita yakni Puji Kuswati. Terakhir kedua anak laki-laki Dita melakukan bom bunuh diri di Gereka Katolik Santa Maria Tak Bercela.

Akibat insiden ledakan bom yang dilakukan oleh satu keluarga di tiga lokasi pada hari Minggu (13/5/2018) tersebut, 14 orang dikabarkan meninggal dunia.

Pasca insiden pilu di Surabaya, kemudian pada malam harinya juga terjadi ledakan bom di sebuah rumah di area Rusunawa Wonocolo Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Dalam insiden tersebut, dikabarkan dua orang anak mengalami luka-luka. (red)