Pentolan Buruh, Pengamat Hukum Politik, Ekonomi Bakal Bongkar Aroma Tak Sedap di...

Pentolan Buruh, Pengamat Hukum Politik, Ekonomi Bakal Bongkar Aroma Tak Sedap di BUMN-Ada Apa dengan Pos Indonesia ??

BERBAGI

JAKARTA – Dugaan penyimpangan pemberian tantiem atau bonus kepada Direksi dan Komisaris PT Pos Indonesia tahun 2017 yang pernah dilaporkan pentolan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman ke Kejaksaan Agung seakan hilang ditelan bumi.

Pasalnya, dalam berita yang dilansir kompas.com yakni https://nasional.kompas.com/read/2017/12/12/10233911/diduga-ada-penyimpangan-pembagian-bonus-pt-pos-dilaporkan-ke-kejaksaan, Boyamin menyebutkan terdapat ada upaya merekayasa pembukuan sehingga seakan-akan mengalami keuntungan dengan cara penjualan aset beruoa saham di Bank Mantap (Bank Mandiri Taspen Pos),” ujar Boyamin melalui keterangan tertulis, Selasa (12/12/2017).

Boyamin mengatakan, PT Pos Indonesia memberi uang sebesar Rp 5.359.000.000 kepada Direksi dan Komisaris perusahaan pada 2017. Dalam tahun yang sama, PT Pos Indonesia dinyatakan merugi berdasarkan neraca pembukuan keuangan perusahaan tahun 2017.

“Pemberian tantiem pada saat perusahaan merugi dapat dikategorikan merugikan negara yang mengarah ke tindak pidana korupsi dengan nilai kerugian sebesar Rp 5.359.000.000,” kata Boyamin.

Terlebih lagi, tantiem diberikan setelah menjual aset berupa saham di Bank Mantap sebesar Rp 324,61 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 200 miliar dimasukkan sebagai pendapatan. “Semestinya seluruh penjualan aset saham tidak boleh dimasukkan sebagai pendapatan yang menjadikan keuntungan,” kata Boyamin.

Kini fenomena yang pernah dibongkar oleh Boyamin Saiman yang menangi praperadilan kasus Bank Century itu justru memantik pertanyaan publik sebenarnya ada apa dengan PT Pos Indonesia. Lantaran tak kunjung ada titik terang pelik persoalan di internal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Beranjak dari kondisi tersebut, Aliansi Masyarakat Peduli PT. Pos Indonesia bakal mengupas tuntas dan membongkar skandal maupun konspirasi yang sudah sampaikan Boyamin Saiman pada Desember 2017 lalu. Mereka berencana akan menggelar acara diskusi bertajuk ;

“Aroma Tak Sedap di BUMN, Ada Apa dengan Pos Indonesia??”

Dengan menghadirkan para narasumber guna mengupas pelik persoalan PT Pos Indonesia, diantaranya adalah :

1. Said Iqbal (KSPI)
2. Uchok Sky Khadafi (CBA)
3. Karyono Wibowo (IPI)
4. Husendro (Kuasa hukum Serikat Pekerja PT. Pos Indonesia)
5. Arief Pouyono (Politisi)
6. Heri Firmansyah (Praktisi Hukum)

Hari/Tgl : Rabu/18/04/2018
Waktu : 14.00.Wib s/d selesai
Tempat : uP2Yu – Resto & Cafe, Cikini Jakarta Pusat

Penyelenggara :
Aliansi Masyarakat Peduli PT. Pos Indonesia

1. Nusantara Anti Korupsi
2. Solidaritas Mahasiswa Peduli Pos Indonesia
3. Jaringan Aksi Mahasiswa Indonesia (JAMINDO)
4. Gerakan Pemuda Peduli PT.POS Indonesia
5. SOMASI Indonesia
6. Garda Nawacita
7. Serikat Pekerja Pos Indonesia DPW IV Jabodetabeka – Banten
8. FORMASI Jakarta.

Ketua Panitia : Cak Faris