Survei Median: Elektabilitas Jokowi Naik, Prabowo Turun

Survei Median: Elektabilitas Jokowi Naik, Prabowo Turun

BERBAGI

Redaksikota – Direktur Riset Media Survei Nasional (Median), Sudarto menyampaikan bahwa tingkat elektabilitas Joko Widodo hari ini mengalami trend kenaikan dibandingkan dari survei yang dilakukan sebelumnya pada bulan Februari lalu.

Faktor yang mendasari mengapa Jokowi naik di tingkat elektabilitasnya adalah karena responden banyak yang menyatakan puas dengan hasil kinerja mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam sektor pembangunan infrastruktur.

“Terkait dengan apa yang menyebabkan elektabilitas Jokowi naik minimal sampai 6 April kemarin, adalah karena ada nilai kepuasan masyarakat dibanding Februari lalu, khususnya karena ada banyak infrastruktur yang sudah selesai,” kata Sudarto dalam konferensi persnya di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Kenaikan yang disampaikan oleh Sudarto berdasarkan survei mereka yang digalang pada 24 Maret – 6 April 2018 lalu, dimana posisi elektabilitasnya berada di angka 36,2%, lebih tinggi dibanding survei bulan Februari 2018 lalu dengan perolehan angka 35,0%.

Kondisi ini akan semakin menguntungkan Jokowi jika ada dua faktor yang bisa dicapai suami Iriana Jokowi tersebut sampai awal tahun 2019 mendatang.

“Jika itu digabungkan antara selesainya infrastruktur dengan peningkatan ekonomi yg membaik di 2019, maka bisa saja elektabilitas Jokowi akan meningkat tajam,” tuturnya.

Perlu diketahui, dalam hasil survei Median tersebut, posisi elektabilitas tertinggi kedua masih diduduki Prabowo Subianto.

Namun sayangnya walaupun posisi Prabowo berada persis di bawah Jokowi, tingkat elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra itu memiliki tren penurunan dibandingkan dengan hasil survei yang dilakukan bulan Februari lalu.

Dimana dalam survei Februari 2018 tingkat elektabilitas Prabowo Subianto berada di angka 21,2%. Angka itu menurun dibandingkan survei saat ini di bulan April yang berada di angka 20,4%.

Menurut Sudarto, beberapa faktor yang mendasari penurunan elektabilitas Prabowo Subianto karena beberapa tabiat mantan Danjen Kopassus itu yang condong tempramental di muka umum, termasuk beberapa statemen kontroversialnya itu.

“Kenapa elektabilitas Prabowo turun, kalau kita lihat data sampai 6 April ini, pembawaan Pak Prabowo cenderung kelewat berapi-api dan tempramental di forum-forum terbuka, dan ini jadi alasan elektabilitas turun,” terang Sudarto.

Ia juga menilai sikap Prabowo Subianto sangat jauh berbeda ketika ia maju sebagai Calon Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2009 dan Calon Presiden pada tahun 2014 lalu.

“Rasa Prabowo sekarang beda sekali antara Prabowo di 2009 dan di 2014. Belakangan ini emosi prabowo yang diungkap di forum terbuka,” ujarnya.

Elektabilitas Presiden Berbasis Pertanyaan Terbuka :
1. Jokowi Widodo : 36,2 %
2. Prabowo Subianto : 20,4 %
3. Gatot Nurmantyo : 7,0 %
4. Anies Baswedan : 2,0 %
5. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) : 1,9 %
6. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) : 1,8 %
7. Anis Matta : 1,7 %
8. Hary Tanoesoedibjo : 1,6 %
9. Tuan Guru Bajang (Zainil Majdi) : 1,5 %
10. Yusril Ihza Mahendra : 1,0 %
11. Fahri Hamzah : 0,8 %
12. Ahmad Heryawan (Aher) : 0,6 %
13. Wiranto : 0,6 %
14. Habis Rizieq Shihab (HRS) : 0,6 %
15. AM Hendropriyono : 0,4 %
16. Rizal Ramli : 0,4 %
17. Megawati Soekarnoputri : 0,4 %
18. Mahfud MD : 0,3 %
19. Sri Mulyani : 0,3 %
20. Ridwan Kamil : 0,3 %
21. Chairul Tanjung : 0,3 %
22. Puan Maharani : 0,2 %
23. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) : 0,2 %
24. Tri Rismaharini : 0,1 %
25. Tommy Soeharto : 0,1 %
26. Tito Karnavian : 0,1 %
27. Undecided : 14,8 %