Rajawai Ngepret: Trisakti Jangan Jadi Kembang Kata!

Rajawai Ngepret: Trisakti Jangan Jadi Kembang Kata!

BERBAGI
rizal ramli
Rizal Ramli saat ziarah ke makam Bung Karno di Blitar. [istimewa]

Redaksikota – Tokoh nasional, Rizal Ramli, mengingatkan kepada politisi dan para pemimpin untuk tidak lagi menjadikan Trisakti hanya sebagai kembang kata saja. Ajaran pendiri bangsa yakni, Bung Karno tersebut bila diimplementasikan secara benar, maka dipastikan Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan disegani negara lain.

“Sedikit sekali cita-cita kemerdekaan yang dicapai. Ini karena pikiran dan ajaran Bung Karno tentang Trisakti, marhaenisme, keberpihakan bangsa kita sering jadi hanya kembang kata saja, isinya jarang dilaksanakan,” kata mantan Menko Ekuin era Presiden KH Abdurrahman Wahid dan mantan Menko Maritim era Presiden Joko Widodo ini usai ziarah di makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (16/3/2018).

Rizal Ramli kemudian menyebut bahwa hingga kini masih ada sekitar 40 persen warga Indonesia yang belum menikmati arti kemerdekaan, yang salah satunya mencari makan masih susah.

“Setiap kali saya datang ke makam saya terbebankan, terenyuh. Walaupun Indonesia sudah merdeka 72 tahun, sedikit sekali cita-cita kemerdekaan yang dicapai, bahkan dilupakan,” sesal Rizal Ramli.

Padahal, menurut Rizal, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara maju, mengingat sumber daya alamnya melimpah.

“Negara kita kaya banget, negara paling kaya se-Asia Tenggara, tapi kok masih ada 40 persen yang di bawah, belum bisa menikmati arti kemerdekaan, makan susah. Kami ingin menjelang 73 tahun Republik merdeka, kemerdekaan harus dengan `All out` dengan segala itikad perjuangkan agar cita-cita terkabul,” tukas Rizal.

Rizal juga merasa prihatin dengan beragam perbedaan yang ternyata sengaja dijadikan masalah bagi kelompok lain. Padahal, sambung Rizal, saat melawan penjajah, tidak ada perbedaan. Bahkan, perbedaan baik suku, agama, ras, budaya, menjadikan ikatan semakin kuat.

“Hari ini ada kegelisahan rasa tidak damai jika berbeda suku, etnis, agama menjadi masalah. Kami ingin agar kembali ke awal kemerdekaan, cita-cita Bung Karno bahwa bangsa yang loyal, perbedaan itu bukan masalah justru kekuatan,” imbuh Rizal.

Ketika disinggung terkait dengan keseriusan dirinya maju di Pemilu Presiden 2019, ia mengungkapkan, keputusannya itu untuk mengimplementasikan ajaran Bung Karno yang menurutnya belum terealisasi. Sebab, ia merasa terinspirasi dengan beragam pemikiran Bung Karno yang tetap dipegangnya hingga saat ini. Ia yakin rakyat Indonesia ingin perubahan, ingin tokoh yang mempunyai visi, misi, amanah, dan bukan hanya yang bisa mengeluarkan kembang kata.

“Kalau mau ubah Indonesia, tidak cukup menjadi Wapres (Wakil Presiden), harus memimpin bangsa ini ke arah lebih baik,” pungkas Rizal Ramli.