Makin Moncer, Popularitas Milton Crosby-Boyman Tertinggi Jelang Pilgub Kalbar 2018

Makin Moncer, Popularitas Milton Crosby-Boyman Tertinggi Jelang Pilgub Kalbar 2018

BERBAGI

Jakarta – Indonesia Network Election Survei (INES) melakukan survei guna memetakan kecenderungan pilihan politik masyarakat Kalimantan Barat menjelang Pilkada 2018.

Untuk tingkat popularitas, seperti hasil survei sebelumnya, ternyata Pasangan Milton Crosby – Boyman Harun tetap terastas dan sangat populer serta disukai oleh Masyarakat.

“Pasangan ini dinalia responden paling dekat dekat dengan masyarakat Kalimantan Barat hal ini ditunjukan dengan hampir 96,7% responden suka dan kenal dengan Milton Crosby – Boyman Harum,” kata¬†Direktur Eksekutif INES, Sutisna melalui siaran persnya, Selasa (12/3/2018).

Sementara Pasangan Karolin Margarets Natasya – Suryadman Gidot ternyata tidak begitu populer, hanya dikenal sekitar 71,8% responden. Kemudian disusul pasangan Sutarmidji- Ria Noorsan 64,4% responden.

Lanjut Sutisna, begitu juga dengan tingkat Akseptabilitas. Dimana pasangan Milton Crosby – Boyman Harun mendapat respon 96,6%. “Artinya, dengan raihan 96 persen lebih, asyarakat sangat menginginkan Milton –¬† Boyman untuk memimpin Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Karena kata dia, pasangan Sutarmidji- Ria Noorsan hanya diterima 68,7 % masyarakat Kalimantan Barat. Dan pasangan Karolin Margareth- Suryadman Gidot hanya sebesar 64,6 % saja.

Demikian pula dalam tingkat kompetisi, lagi-lagi paslon yang di nilai dari kemampuan, keahlian, kejujuran serta bersih dari kasus kasus korupsi, adalah Milton Crosby – Boyman Harun. “Ini bisa kita lihat, perolehan suaranya cukup tinggi, Milton-Boyman dianggap memiliki kriteria diatas dengan jumlag 95.8 %. Kemudian disusul pasalon Sutarmidji- Ria Noorsan 77,6% dan Kartius – Pensong 67,9%,” tukasnya.

“Sementara, paslon Karolin Margareth Natasya – Suryadman Gidot hanya dinilai memiliki kompetensi sebagai kepala daerah oleh 63,7% responden saja,” bebernya.

Ketika responden diberikan pertanyaan semi terbuka, ternyata 43,9% masyarakat Kalbar memilih pasangan Milton Crosby- Boyman Harun. Kemudian 20,9% memilih pasangan Sutarmidji- Ria Noorsan,18,4% memilih pasangan Karolin Margareth – Suryadman Gidot dan idak menjawab sebanyak 16,2%.

“Yang menarik, ketika ditanya mengunakan kuisioner tertutup, pasangan mana yang dipilih nanti jika Pilkada Kalimantan Barat dilaksanakan hari ini, lagi-lagi pasangan Milton Crosby- Boyman Harun meraih urutan pertama,” ujarnya.

Milton-Boyman kata dia, dipilih oleh 48,7% responden, kemudian Sutarmidji – Ria Noorsan 21,6%, dan pasangan Karolin Margareth Natasya – Suryadman Gidot 18,6%. Yang tidak Menjawab sebanyak 11,1%. Alasan lebih memilih Milton – Boyman jelasnya, karena masyarakat ingin Kalimantan Barat aman dan tentram. Dan yang bisa menciptakan situasi terbut hanyalah mereka.

“Karena Milton- Boyman ini merupakan pasangan yang berbeda etnik dan agama. Mereka dianggap paling dekat dengan berbagai golongan,” tandasnya.

Kesimpulannya kata dia, masyarakat Kalbar sudah bosan selam 10 tahun terakhir pemimpin mereka dinilai hanya menonjolkan identitas, perbedaan suku, agama dan ras. “Sehingga paslon yang masih mengedepankan unsur ini tidak menarik simpatik dari masyarakat seperti Pasangan Sutarmidji – Ria Noorsan dan pasangan Karolin Margareth Natasya – Suryadman Gidot yang kental dengan identitas mulai ditinggalkan oleh calon pemilihnya,” paparnya.

Aspek lainnya yang sangat kuat katanya lagi, adalah kepercayaan masyarakat terhadap figur Milton sangat besar. Masyarakat meyakini kemampuan Milton dalam mengelola aparatur pemerintah dan jauh lebih maksimal untuk dapat melayani masyarakat karena Milton sendiri merupakan mantan PNS yang cukup lama meniti karir dilingkungan PNS.

“Pengalamannya memimpin kabupaten Sintang menjadi rujukan utama masyarakat dalam memilih Milton,” pungkasnya.

Survei tersebut, dilaksanakan pada 26 Februari- 8 Maret 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1.984 orang yang tersebar secara proposional di 14 kota/kab se-Kalimantan Barat dengan Tingkat Kepercayaan 95% Margin of Error +- 2,2%.