PK Bisa Antarkan Ahok Maju Pilpres 2019

PK Bisa Antarkan Ahok Maju Pilpres 2019

BERBAGI

Redaksikota – Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menilai bahwa upaya Peninjauan Kembali (PK) yang diupakan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki potensi besar jenjang karir politik mantan Gubernur DKI Jakarta terbuka lebar. Apalagi jika sampai PK tersebut dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA).

“Bila PK diterima oleh MA, maka terbuka peluang mantan Gubernur DKI ini untuk menjadi cawapres pada Pilpres 2019,” kata Hari dalam keterangan persnya yang diterima Redaksikota, Selasa (27/2/2018).

Ditambah lagi saat ini loyalis Ahok pun masih cukup banyak dan dapat menjadi pendorong mantan Bupati Belitung Timur itu kembali terjun di ranah politik dan mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Bisa saja nama Ahok muncul dalam bursa Cawapres 2019, tidak pernah ada yang tahu karena Ahok masih memiliki basis massa yang loyal dan cinta terhadap hasil kerjanya selama di DKI Jakarta,” ujarnya.

“Dan mungkin saja langkah PK Ahok membangun tangga menuju kontestasi 2019,” imbuhnya.

Namun beberapa kalangan khususnya Front Pembela Islam (FPI) dan gerombolannya di Persaudaraan Alumni 212 maupun sejenisnya berupaya untuk menggagalkan upaya PK Ahok tersebut, bahkan dalam sidang perdana pengajuan PK oleh tim kuasa hukum Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Gajah Mada, Jakarta Pusat hari Senin (26/2/2018) kemarin, massa menyarakan tidak rela jika sampai PK tersebut dikabulkan hingga Ahok dibebaskan dari penjara.

Terkait dengan hal itu, Hari Purwanto menilai pengajuan PK yang dilakukan oleh Ahok tersebut adalah sah secara hukum, bahkan hal itu pula sudah menjadi hak dari Ahok sendiri sebagai warga negara Indonesia yang baik.

“Sebagai warganegara Indonesia yang taat terhadap hukum, Ahok sudah menjalani selama ini dan dengan PK menjadi hak Ahok untuk membuka peluang dirinya kembali ke panggung politik,” tuturnya.

Diterangkan Hari, bahwa sebaiknya bangsa Indonesia lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi perkara hukum, termasuk yang tengah dialami dan diupayakan oleh Ahok saat ini.

“Tidak perlu menjadi polemik karena semua orang sama di mata hukum. Dan menjadi pembelajaran bersama bagi semua warganegara Indonesia bahwa kita semua belajar arif dan bijak melihat sebuah persoalan khususnya persoalan Ahok,” tukasnya. (ibn)