Beranda Nasional Buruh Kecewa Tak Bisa Aksi Sampai depan Gedung DPR Hari Ini

Buruh Kecewa Tak Bisa Aksi Sampai depan Gedung DPR Hari Ini

Redaksikota – Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR), Rudi HB Daman mengaku sangat kecewa dengan sikap aparat kepolisian yang menghadang gerakan Aksi Bersama Tolak Perppu hari ini sehingga tidak bisa sampai ke depan gedung DPR RI.

Ia mengatakan jika ini sudah ketiga kalinya aksi yang digelar oleh elemen buruh tersebut tidak bisa mencapai ring 1 negara. Yakni Istana Merdeka maupun DPR RI dimana hari ini Presiden Joko Widodo dan seluruh jajaran menteri di Kabinet Kerja ada di dalam gedung parlemen itu.

“Ini adalah yang ketiga kalinya, yang pertama adalah saat May Day. Buruh tidak bisa sampai ke Istana Merdeka. Kemudian kemarin agenda kawan-kawan KSPI juga menggelar aksi tidak bisa sampai ke Istana. Dan hari ini kami juga tidak bisa sampai ke DPR,” kata Rudi dalam konferensi persnya di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (16/8/2017).

Kekecewaan Rudi tersebut disampaikan sekaligus didampingi oleh Deputi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Sekretaris Gerakan Politik Rakyat, Budi Wardoyo. Apalagi dalam kegiatan aksi unjuk rasa yang sekaligus sengaja dilakukan berbarungan dengan agenda Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo tersebut sudah menyampaikan pemberitahuan kepada Kepolisian.

Sementara terkait dengan agenda aksi tersebut, Rudi yang merupakan Ketua Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) tersebut mengatakan hanya ingin mendesak kepada Presiden Joko Widodo agar segera mencabut Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas.

“Kita tidak perlu Perppu ormas, dimana dalam Perppu Ormas memberikan kewenangan absolut kepada Pemerintah untuk menilai sampai membubarkan, bahkan di dalamnya juga adanya sanksi pidana. Saya kira ini yang menjadi poin penting bagi kita,” pungkasnya.

Bahkan Rudi pun memandang jika Perppu tersebut hanya sebagai alat kepentingan kekuasaan Presiden Joko Widodo demi memberikan perlindungan kepada investor semata.

“Perppu ormas ini bukan dalam rangka menegakkan Pancasila, tapi justru menyasar kepada seluruh gerakan rakyat yang saat ini sedang berjuang dari kebijakan-kebijakan yang anti rakyat,” pungkasnya.