oleh

Kapitra Ampera Ingatkan Gus Nuril Tak Ugal-ugalan

-Nasional-579 views

Redaksikota.com – Munculnya surat larangan kunjungan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Semarang untuk mengisi sebuah pengajian yang dilakukan oleh pimpinan Patriot Garuda Nusantara Jawa Tengah, Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) adalah sikap ugal-ugalan.

Menyikapi hal tersebut, kuasa hukum Lembaga Adat Melayu Riau dan Ustadz Abdul Somad, Kapitra Ampera mengingatkan agar Gus Nuril tidak melakukan tindakan yang membuat situasi gaduh. Apalagi rencana kehadiran UAS ke Semarang adalah dalam kapasitasnya sebagai undangan untuk berdakwah.

“Ustadz Abdul Somad adalah warga negara Indonesia asli, berprofesi sebagai dosen dan pendakwah. Hal itu dilindungi oleh UUD 45 dan perundang-undangan lainnya. Tidak satupun yang boleh menghambat dakwah UAS dimanapun di Republik ini, termasuk Gus Nuril,” kata Kapitra dalam siaran persnya, Jumat (27/7/2018).

Bahkan Kapitra juga mengancam Gus Nuril akan mengerahkan laskar pembela UAS dan warga adat Melayu jika sampai ada serangan fisik yang dilakukan oleh siapapun termasuk Gus Nuril sendiri terhadap Ustadz Abdul Somad.

“Dan apabila ada serangan-serangan yang menimpa fisik UAS dalam berdakwah, maka akan saya pimpin Laskar Melayu untuk datang ke tempat itu guna membela dan melindungi UAS,” tegasnya.

Diketahui, tertulis pada tanggal 22 Juli 2018, Panglima Tinggi Patriot Garuda Nusantara (PGN), KH Nuril Arifin Husein melayangkan sebuah surat penolakan terhadap kehadiran Ustadz Abdul Somad yang rencananya akan berceramah di Semarang.

Alasan penolakan ceramah di Semarang tersebut dikatakan Gus Nuril karena UAS dinilai sebagai ulama penyemangat gerakan organisasi pengusung paham Khilafah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Bahwa akan diadakan Tablogh Akbar di daerah Pedurungan, Mijen dan seluruh wilayah kota besar Semarang pada hari Senin 30 Juli s/d Selasa 31 Juli 2018 yang akan diisi oleh saudara Abdul Somad yang merupakan corong dari HTI,” kata Gus Nuril dalam suratnya itu.

Untuk itu, Gus Nuril melalui elemen PGN miliknya itu menolak kedatangan UAS karena dianggap bisa menimbulkan konflik di kalangan masyarakat.

“Melarang dan menolak kehadiran Sdr Abdul Somad pada acara tersebut yang berpotensi menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Surat Patriot Garda Nusantara (PGN) pimpinan Gus Nuril.

(red)

Komentar

Jangan Lewatkan