oleh

Soroti Perekonomian Nasional, Pimpinan BEM Tekankan Reformasi Perpajakan

-Nasional-327 views

Jakarta, Redaksikota-Sejumlah elemen gerakan mahasiswa belakangan ini terus menyoroti persoalan ekonomi nasional. Mulai dari permasalahan melemahnya nilai tukar rupiah sampai pada buruknya pengelolaan sektor pajak yang merupakan sumber pendapatan tertinggi bagi negara.

Diketahui hari ini, Jum’at, (14/9/2018) ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengadakan aksi di depan gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Massa mahasiswa yang melakukan aksi tersebut menuntut adanya perbaikan ekonomi.

Dalam keterangannya M. Wildan Habibi selaku Koordinator BEM SI wilayah Jabodetabek-Banten menilai bahwa penerimaan negara dari sektor perpajakan sampai saat ini masih belum maksimal. Pihaknya menekankan adanya reformasi perpajakan.

“kita melihat penerimaan negara dari sektor pajak tidak maksimal. Oleh karenanya kami menekankan perlu adanya reformasi sektor perpajakan. Bahwa sektor pajak ini perlu diperbaiki, bagaimana undang-undangnya, pengawalan dan peraturannya sehingga bisa tepat sasaran,” ujarnya saat di wawancarai disela-sela aksi.

Sementara itu, ditempat terpisah, Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Nabil Bintang, menilai pemerintah dan DPR tidak serius dalam mengagendakan reformasi perpajakan.

“kita menilai pemerintah dan DPR tidak serius mengagendakan reformasi perpajakan. Padahal, agenda reformasi perpajakan ini bagian dari janji dan nawacita Presiden Jokowi saat belum terpilih,” ungkapnya.

Nabil juga menyayangkan lambannya pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum Pajak (RUU KUP) yang sudah empat tahun berturut-turut menjadi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di DPR.

“Kami sangat menyayangkan RUU KUP yang sudah empat tahun menjadi Prolegnas di DPR tetapi sampai tahun terakhir masa jabatan pak Jokowi, masih juga belum dibahas. Ada apa ini,” tanyanya.

Gelombang aksi protes dari kelompok mahasiswa ini diperkirakan akan terus bermunculan di berbagai daerah, khususnya kritik pada sektor ekonomi nasional. (HS)

Komentar

Jangan Lewatkan