oleh

Gema Bhinneka Tunggal Ika Minta Polisi Tindak Penganiaya Kader PMII di Makassar

-Nasional-148 views

JAKARTA, Redaksikota.com – Tindakan anarkis kembali dilakukan oleh sekelompok orang berkaos #2019GantiPresiden terhadap aktivis PMII di depan Hotel Horison Ultima, Jl. Jendral Sudirman No. 24, Sawerigading, Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketua Umum Gema Bhinneka Tunggal Ika, Gifari Shadad R mengatakan bahwa tindakan anarkis tersebut telah menciderai demokrasi yang seharusnya dijalankan dengan aman dan damai.

“Perilaku fanatisme dan rasisme yang fundamental itu sangat membahayakan keberagaman di Indonesia. Pasalnya Indonesia ini milik bersama bukan milik satu atau dua kelompok saja,” kata Gifari dalam siaran persnya hari ini, Selasa (14/8/2018).

Mahasiswa yang juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut mengayakan seharusnya demokrasi di Indonesia bisa lebih dewasa lagi, yakni bisa menghormati hak politik orang lain.

“Menjelang pilpres nanti, kita sebagai masyarakat yang cerdas boleh saja memilih sesuai keyakinan tetapi kita tidak boleh sampai mengganggu hak orang lain apalagi sampai bertindak anarkis,” tuturnya.

Kemudian terkait dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh pegiat #2019GantiPresiden di Makassar itu, Gifari meminta agar aparat penegak hukum berperan dengan tegas dan adil.

“Hal yang menimpa aktivis PMII tersebut biarlah hukum yang berbicara. karena negara ini adalah negara hukum. Kita wajib mengikuti aturan hukum,” tegasnya.

“Polisi harus segera mengusut dan menindak tegas siapa pelaku tindakan anarkis tersebut,” imbuh Gifari.

Dan untuk mengantisipasi insiden serupa bisa terulang kembali, Gifari menyarankan agar gerakan #2019GantiPresiden tidak perlu diselenggarakan lagi.

“Bahkan kalau seperti ini terus, alangkah baiknya pihak berwajib dan Bawaslu patut untuk menghentikan gerakan ini. Gerakan ini memicu konflik terus menerus,” tuturnya.

(ibn)

Komentar

Jangan Lewatkan