oleh

Ijtima Ulama Jilid II Dianggap Untuk Revisi Keinginan Tuhan

-Nasional-10.457 views

Redaksikota.com – Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi menilai bahwa Ijtima Ulama hanya dagelan politik para petinggi Ulama 212 yang ingin memperebutkan kekuasaan semata. Pasalnya, Teddy memberikan sindiran jika memang hasil Ijtima Ulama akhir bulan Juli lalu adalah keinginan Tuhan, lantas mengapa kok sampai Ulama 212 ingin menggelar Ijtima Ulama Jilid II.

“Kata mereka, Ijtima Ulama I keinginan Allah. Setelah Prabowo gak mau memilih ulama, Akhirnya mereka mengadakan Ijtima ulama II. Untuk mengoreksi keinginan Allah atau Allah berubah pikiran? #Astagfirullah,” kicau Teddy di akun twitternya @TeddyGusnaidi, Senin (13/8/2018).

Perlu diketahui bahwa di awal bulan Agustus kemarin, Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA212) Ustadz Slamet Maarif meminta dengan tegas agar Prabowo Subianto mengikuti hasil Ijtima Ulama yakni memilih satu dari dua opsi yang direkomendasikan oleh Habib Muhammad Rizieq bin Shihab. Pilihan tersebut adalah Prabowo Subianto dan Ustadz Abdul Somad atau Prabowo Subianto dan Salim Segaf Aljufri.

Tak tanggung-tanggung, Ustadz Slamet Maarif pun menilai dua opsi yang muncul berdasarkan fatwa dari Habib Rizieq tersebut adalah keinginan Allah SWT.

“Kalau itu kesepakatan atau keputusan Ulama atas kesepakatan menganggap 2 (dua) sosok tersebut adalah pilihan yang terbaik, Insya Allah juga sama dengan keinginan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kata Slamet Maarif, Jumat (3/8).

Baca juga : Soal Prabowo Gandeng Sandiaga Uno, PA212 Rilis Surat dari Habib Rizieq di Makkah

Sayangnya ketika nama Sandiaga Salahuddin Uno yang didapuk sebagai Cawapres Prabowo pada hari Jumat (10/8) dini hari, mendadak muncul surat atau maklumat yang diklaim dari Habib Rizieq bin Shihab di Makkah, yang memberikan interuksi agar ada Ijtima Ulama jilid II untuk memberikan sikap politik terhadap keputusan Prabowo menggandeng mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Komentar

Jangan Lewatkan