oleh

Prabowo Tak Pilih Ulama, PBB Berpeluang Dukung Jokowi-Maruf

-Nasional-777 views

Redaksikota.com – Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Noor membenarkan isi surat yang dirilis oleh Ketumnya Yusril Ihza Mahendra. Ia mengatakan isi surat tersebut adalah hasil curhatan pribadi dan merepresentasikan sikap DPP Partainya.

“Betul, itu curhatan Pak Yusril,” kata Afriansyah kepada wartawan, Minggu (13/8/2018).

Dalam isi surat tersebut, Yusril mencoba menyampaikan bahwa pihaknya kecewa dengan sikap politik Prabowo Subianto yang tidak patuh pada hasil Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Peninsula yang direkomendasikan memilih Ulama sebagai Cawapresnya.

Kemudian terkait dengan hal itu, Afriansyah menyampaikan bahwa PBB sendiri masih mengikuti apa arahan dari ulama yang masih menginginkan kalangan ulama menjadi Cawapres di Pilpres 2019. Sementara dalam posisi saat ini, Jokowi lah yang menggandeng ulama tidak seperti Prabowo yang memilih dari kalangan pengusaha.

“Sekarang jelas di kelompok Jokowi ada Ulama sebagai wakilnya yang dia pilih. Nah, bisa saja PBB dengan komitmen Jokowi akan melakukan perubahan peduli dengan umat Islam, bisa saja kita mendukung tentu dengan catatan-catatan dan jelas kita gak mau ditipu lagi dengan Jokowi maupun Prabowo,” tegasnya.

Selain itu, Afriansyah juga menyampaikan rasa kekecewaanya yang begitu besar kepada partai koalisi pengusung Prabowo-Sandi, dimana sejauh ini PBB sama sekali tidak dilibatkan dalam pembahasan pembentukan koalisi tersebut. Bahkan ia juga mengatakan Yusril sudah mengutusnya untuk menjalin komunikasi dengan parat petinggi partai pengusung Prabowo, dan sayangnya tidak mendapatkan sambutan baik dari mereka.

“Saya sendiri sudah diperintahkan beliau (Yusril -red) untuk melakukan komunikasi dengan pihak-pihak partai terkait yang ada di koalisi Prabowo. Tapi sejauh ini mereka tidak pernah merepon apa yang menjadi keinginan kita,” tuturnya.

Dengan sikap dingin dari partai pengusung Prabowo tersebut, Afriansyah menegaskan bahwa PBB tidak akan bersusah-payah memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

“Ini kan politik, kami tahu diri bahwa masak kita ngoyo-ngoyo datang dan kita bilang ayo kita mau bantu gini-gini, apa musababnya,” tambah Afriansyah.

Selanjutnya, ia pun memberikan statemen bahwa Koalisi Keummatan belum ternetuk sampai sekarang. Hal ini lantaran Habib Rizieq belum menyatakan dukungannya untuk Prabowo Subianto karena telah mengingkari hasil Ijtima Ulama itu.

“Saya sudah berkali-kali berkomunikasi dengan Ustadz Sobri Lubis, bahwa imam besar belum ke Prabowo, jadi jangan merasa sudah didukung,” tegas Afriansyah.

Terakhir, ia memberikan sinyal bahwa langkah politik PBB tersebut juga masih berpotensi akan mendukung Jokowi-Maruf, karena mereka melihat dari dua kelompok yang ada, hanya Jokowi yang menggandeng Ulama sebagai Cawapresnya.

“Bisa saja PBB akan ke Jokowi karena di sana ada ulama. Namanya politik ya bisa saja. Yang penting bagaimana komitmen mereka untuk kepentingan umat Islam, karena jelas PBB sekarang adalah Partai Islam, karena tagline kami adalah Bela Islam, Bela Rakyat, Bela NKRI,” tutupnya.

(ibn/hen)

Komentar

Jangan Lewatkan