oleh

Yusril Tak Ikhlas PBB Diklaim Dukung Prabowo-Sandi

Redaksikota.com – Kabar mengagetkan terdengar dari Partai Bulan Bintang (PBB). Betapa tidak, partai yang selama ini terkenal berada di barisan kelompok oposisi ternyata memberikan statemen yang cukup keras kepada para simpatisan dan pihak yang mengklaim PBB sebagai partai pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Hal ini seperti surat yang disebarkan oleh Ketua Umum DPP PBB, Yusril Ihza Mahendra. Dalam surat siaran persnya itu, Yusril menegaskan bahwa PBB sama sekali tidak ada kaitannya dengan pencapresan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Hal ini lantaran PBB sendiri tidak pernah ada di barisan mereka dalam memperjuangkan pemenangan kursi lima tahunan itu.

“Koalisi Keumatan itu hanya fatamorgana yang tidak pernah ada di alam nyata. Partai Bulan Bintang (PBB) tidak pernah terlibat di sana, bahkan kita komplain nama kita dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara,” kata Yusril dalam siaran persnya itu, Sabtu (11/8/2018).

Alasan ketidaksediaanya PBB terlibat dalam urusan pemenangan Prabowo-Sandi bukan lantaran partainya apatis. Yusril menyampaikan bahwa partainya berkali-kali mencoba menghubungi Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk membahas masalah potensi terbentuknya koalisi, sayangnya sikap PBB tak mendapatkan respon positif dari partai-partai tersebut.

“Berkali-kali Sekjen dan fungsionaris DPP PBB menghubungi Gerindra dan PAN mengenai koalisi yang digagas Habib Rizieq itu, tetapi tidak ada respons samasekali,” tuturnya.

Mendapati respon yang negatif dari partai oposisi tersebut, Yusril mengaku partainya sangat kecewa dengan Gerindra. Apalagi sejauh ini Yusril sebagai Ketum Partai maupun secara personal sering memberikan bantuan kepada Gerindra dalam beberapa hal sehingga wajar jika PBB sendiri kurang menaruh respect kepada partai koalisi.

Dan karena itu pula, Yusril menegaskan bahwa partai koalisi Gerindra, PKS, PAN maupun Demokrat sama sekali tidak bisa disebut sebagai Koalisi Keummatan.

“Kita sudah sering bantu Gerindra, tetapi ketika partai kita terpuruk dikerjain KPU, apakah ada sekedar salam menunjukkan simpati kepada kita ??. Baik Gerindra, maupun PKS, PAN yang disebut Koalisi Keumatan itu tidak pernah ada,” tegas Yusril.

Lebih lanjut, Yusril juga menegaskan bahwa kasus yang menimpa PBB terkait dengan kepesertaannya sebagai partai peserta Pemilu 2019 masih terombang-ambil di KPU. Dan dalam kaitannya persoalan itu, Yusril justru menaruh respect kepada partai-partai sekurel yang justru lebih empati dan memberikan bantuan kepada PBB dalam bersitegang dengan KPU.

“Simpati malah datang dari partai sekuler ketika 21 Dapil kita (21 Dapil PBB) diganjal di KPU. Sekjen dan Ketum-nya menawarkan diri menjadi saksi di Bawaslu untuk mengatakan bahwa mengapa KPU tidak adil kepada PBB, sementara partai mereka juga terlambat menyerahkan data caleg,” terangnya.

Dengan sikap yang dirasakan PBB tersebut, Yusril menilai bahwa partai koalisi yang mengusung Prabowo-Sandi sebagai pasangan Capres-Cawapres 2019 sama sekali tidak empati dengan mereka.

“Kesan saya, bagi Gerindra, PKS dan PAN, PBB ini lebih baik masuk liang lahat daripada tetap ada. Begitu juga ketika keluar Keputusan Ijtimak Ulama yang jauh menyimpang dari rekomendasi sebelumnya, mana ada protes dari DPW ?,” papar Yusril.

Terakhir, sakit hati Yusril pun memuncak ketika Prabowo Subianto sebagai Capres sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra tidak jujur dengan ucapannya sendiri.

“Apalagi Ketua Umum Gerindra secara terbuka menfitnah saya dengan mengatakan bahwa beliau memang mengaku terus terang tidak pernah berbicara dengan Ketua Umum PBB karena ‘tiap kali dihubungi beliau selalu berada di luar negeri’,” tutupnya.

(ibn)

Komentar

Jangan Lewatkan