oleh

Sandiaga, Uang, Politik & Bisnis

Jakarta – Nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno tiba-tiba mencuat dan terpilih sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, capres dari Partai Gerindra. Sebelum menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta lewat pemilihan kepala daerah tahun 2017, kiprah Sandiaga sebenarnya lebih banyak berkaitan dengan dunia bisnis di Indonesia.

Sandiaga yang lahir di Riau 28 Juni 1969 dari pasangan Razif Halik Uno (Henk Uno) dan Rachmini Rachman Uno (Mien Uno) itu ternyata tercatat dalam “Panama Papers” pada 2016 sebagai direktur dan pemegang saham beberapa perusahaan seperti Goldwater Company Limited, Attica Finance Ltd, Velodrome Worldwide, dan Sun Global Energy Inc. Dan disebut-sebut memiliki hutang sebesar Rp. 8.4 T dan 23.653.682 dollar AS.

“Sandi itu memang kaya. Saat akan mencalonkan diri sebagai Wagub DKI Jakarta, Sandiaga melaporkan harta kekayaannya pada 29 September 2016 sebesar Rp 3,8 triliun. Namun hutangnya sebesar Rp 8.4 triliun rupiah dan 23.653.682 dollar AS,” tegas sumber yang enggan disebutkan namanya.

“Berdasarkan laporan Globe Asia tahun 2017 kekayaan Sandi naik jadi USD 500 juta atau Rp.7 triliun. Tahun 2018 turun. Ditaksir kekayaannya mencapai USD 300 juta atau sekitar Rp Rp 4,3 triliun. Kenapa hartanya turun naik. Karena sebagian besar hartanya berupa portfolio saham yang trendnya tergantung pasar. Bagaimana dengan utangnya ? semua likuid. Makanya dia kemarin melaporkan ke Pengadilan bahwa dia bebas dari pailit atas tagihan utang,” bebernya.

Menurutnya, kalau dilihat harta dan utangnya memang tidak sekaya yang didengungkan. Karena utang itu pasti uangnya dan hanya bisa turun kalau dibayar. Sementara harta berupa saham bisa naik dan bisa juga turun. Jadi dari mana Sandi dapat uang untuk menanggung biaya capres PS?

“Diperkirakan dana diperlukan sebesar Rp. 10 triliun. Sandi adalah pemain hedge fund. Tentu dia punya jaringan yang luas dengan sumber pembiayaan. Setidaknya dia kenal dengan investor yang punya style risk taker untuk mendapatkan high yield. Apa ada business yang high yield kalau bukan yang berkaitan dengan politik. Karena Politik berkaitan dengan resource negara yang akan mempengaruhi peningkatan harta pengusaha lewat kebijakan pemerintah. Semua pemain hedge fund tahu betul itu,” paparnya.

“Ketika Trump mencalonkan sebagai Capres. Orang banyak mentertawakan kenekatan Trump. Karena kondisi bisnis Trump ketika mencalonkan sebagai capres dia sedang dalam kondisi bankrupt. Selama perjalanan business nya berkali-kali dia berlindung dibalik UU kebangrutan (Bab 11 undang-undang kebangkrutan Amerika),” kata dia lagi.

Perhatikanlah, kata dia, pada tahun 1991, dia menyatakan pailit akibat gagal bayar hutang atas proyek Trump Taj Mahal yang terletak di Atlantic City. Pada tahun 1992, Trump mengajukan Bab 11 kebangkrutan akibat gagal bayar hutang atas Trump Plaza Hotel di Atlantic City. Trump Hotel dan Casino Resorts juga mengajukan kebangkrutan pada tahun 2004.

“Karena gagal bayar hutang mencapa $ 1,8 miliar. Pada tahun 2009, Trump Entertainment Resorts mengajukan kebangkrutan setelah gagal melakukan pembayaran bunga obligasi,” ujarnya.

Tetapi harap di catat bahwa Trump itu jenius menciptakan peluang bisnis. Hanya kurang bagus dalam management. Kehebatan rekayasa peluang bisnis oleh seorang pengusaha yang terbiasa high yield pada puncak kehilangan trust dilingkungan bisnis biasanya masuk ke ranah Politik. Itu terjadi di negara manapun. Udah biasa. Kalau ada pengusaha besar akhirnya masuk ke Politik itu artinya dia sedang menjalankan agenda hedge fund, high yield program. Make money. Apabila dia bisa membangun skema bisnis dan mendapat dukungan stakeholder maka biasanya mesin uang akan bekerja efektif menggilas mesin politik.

“Terbukti Trump bisa mengalahkan Hilary yang sudah kawakan politik,” tambah dia.

Keberanian Sandi maju cawapres PS, lanjut dia, itu kalkulasi antara Sandi dengan Hashim yang memang keduanya pemain hedge fund. PS hanya ikut saja.

“Menyakinkan PKS dan PAN untuk bergabung walau keluar dari komiment itjima Ulama bukan masalah besar bagi Sandi. Itu kecil. Menyakinkan ormas Islam juga tidak sulit. Karena uang yang bicara. Yang jelas Sandi tidak terlalu bodoh untuk melakukan aksi. Dia engga main-main. Bahkan jabatan Wagub rela dia tinggalkan,” sebutnya.

Tanpa ada kepastian dukungan dana, tidak tidak mungkin Sandi maju. Dirinya mengaku tahu betul pemain hedge fund tidak pernah masuk dalam ruang meeting tanpa peluru cukup dan strategi, protection, swinger, exit strategy. LIhatlah faktanya tidak sulit dia mengalahkan Ahok yang elektabilitasnya tinggi. Dan hanya 7 bulan setelah memenangkan PIlkada DKI, exit nya selesai dengan proyek reklamasi kembali dilanjutkan tanpa harus menanggung biaya pengendalian banjir.

“Itu puluhan triliun uang pengusaha hemat. MIsinya selesai. Kini next second round RI-1. What else ? Jadi siapapun yang peduli kepada negeri ini, mari kita dukung Jokowi karena dia orang baik dan kita berada dalam ancaman serius,” pungkasnya.

Komentar

Jangan Lewatkan