oleh

Diminta Mohon Maaf, Demokrat Tantang Gerindra dan Sandi Jelaskan Soal Rp500 Miliar

-Nasional-121 views

Redaksikota.com – Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief heran kepada Partai Amanat Nasional (PAN) yang meminta agar Partai Demokrat meminta maaf kepada partai koalisi terkait dengan tudingan mahar politik Sandiaga Uno sebesar Rp500 miliar kepada PAN dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Andi menegaskan bahwa persoalan mahar politik uang sebesar Rp500 miliar tersebut bukan berasal dari Demokrat, melainkan dari Gerindra sendiri. Bahkan Andi pun meminta agar Gerindra dan Sandiaga Salahuddin Uno sendiri yang menjelaskan persoalan uang sebesar itu yang digadang-gadang sebagai “tiket” sebagai Cawapres Prabowo Subianto.

“Bukan Partai Demokrat atau saya yang harus meminta maaf kepada PAN dan PKS. Justru sebelum koalisi Gerindra, Demokrat, dan PAN ini akan berjalan memenangkan Prabowo-Sandi, maka persoalan soal mahar ini semua anggota koalisi harus mendapat penjelasan dari Gerindra dan Sandi Uno sendiri, benar atau tidak itu harus ada penjelasan,” kata Andi Arief dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (11/8/2018).

Statemen Andi Arief ini untuk menyikapi statemen dari Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay kepada awak media, bahwa PAN meminta agar Partai Demokrat meminta maaf kepada partai koalisi terkait dengan tuduhan Andi Arief itu.

“Pernyataan ini tentu harus dicabut dan yang menyampaikannya diminta meminta maaf. Ini penting untuk membuat semua merasa lega dan rela atas keputusan yang ada ini,” ujar Saleh Partaonan Daulay, Jumat (10/8) malam.

Saleh juga meminta agar sebelum proses koalisi dapat berjalan lebih jauh lagi, kasus mahar Rp500 miliar yang diviralkan oleh Andi Arief itu harus dituntaskan terlebih dahulu.

“Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya persoalan-persoalan tarik-menarik dan isu-isu di belakangnya perlu diselesaikan dengan baik-baik. Kemarin kan ada isu yang tidak baik. Misalnya, ada tuduhan yang menyebutkan bahwa PAN, PKS, dan Gerindra menerima mahar masing-masing Rp500 M,” tegasnya.

(red)

Komentar

Jangan Lewatkan