oleh

Soal Prabowo Gandeng Sandiaga Uno, PA212 Rilis Surat dari Habib Rizieq di Makkah

-Nasional-895 views

Redaksikota.com – Pasca resminya deklarasi sampai pendaftaran pasangan Capres-Cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat hari ini, Jumat (10/8), telah ditetapkan bahwa paslon untuk koalisi oposisi yang maju adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Majunya dua pasangan calon tersebut menimbulkan pertanyaan besar dari publik terkait dengan hasil rekomendasi Ijtima Ulama 212 yang digelar di Peninsula.

Dalam hasil Ijtima Ulama yang dihadiri para pimpinan partai koalisi bersama dengan para tokoh ulama, aktivis dan alumni 212 tanpa Partai Demokrat, telah memberikan opsi bahwa para ulama 212 akan mendukung all out Prabowo Subianto merebutkan kekuasaan kursi Presiden jika mengambil dari opsi yakni Prabowo Subianto – Salim Segaf Aljurfi atau Prabowo Subianto – Ustadz Abdul Somad.

Namun dalam dinamika yang berjalan beberapa waktu pasca keputusan Ijtima Ulama 212 yang merekomendasi dua opsi pasangan calon tersebut, diketahui Ustadz Abdul Somad pun menyatakan penolakannya untuk menjadi Cawapres dan memilih untuk bertahan dalam jalurnya sebagai penceramah saja.

Kemudian dinamika berjalan ketika tawaran masuk ke Salim Segaf Aljurfi. Kondisi ini semakin alot ketika Prabowo mencoba “mesra” dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menguatkan koalisi sampai digadang-gadang nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bakal menjadi Cawapres Prabowo. Melihat kondisi ini, Persaudaraan Alumni 212 pun mengeluarkan sebuah meme terkait dengan pertanyaan besar mereka mengapa jika UAS menolak jadi Cawapres, Prabowo tidak memilih Salim Segaf Aljufri.

Situasi politik semakin sulit terkontrol sampai di hari-hari terakhir menjelang batas akhir pendaftaran pasangan Capres-Cawapres di KPU, hingga beberapa petinggi dalam majelis Ijtima Ulama dan Tokoh Bangsa memberikan opsi lain yakni dua nama besar yang diklaim sudah menyatakan siap mendampingi Prabowo Subianto, mereka adalah Ustadz Arifin Ilham dan Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Bahkan disebut-sebut, Ulama akan menarik dukungan dukungan manakala Prabowo tidak memilih dua opsi tambahan tersebut.

Video ultimatum Ustadz Haikal Hassan :

Video ultimatum Ustadz Ahmad Sobri Lubis :

Sikap Persaudaraan Alumni 212

Beberapa kali Ketua Umum DPP PA212 Ustdz Slamet Maarif belum berkenan menjawab pertanyaan awak media terkait dengan bagaimana sikap PA212 menyikapi keputusan Prabowo Subianto justru memilih Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Cawapresnya ketimbang dua nama opsi tambahan Ulama 212 tersebut.

Namun Ustadz Slamet Maarif yang sempat menjadi juru bicara Front Pembela Islam (FPI) tersebut justru menyampaikan rilis dari Habib Muhammad Rizieq bin Shihab dari Arab Saudi terkait dengan Pencapresan Prabowo dan Sandi hari ini di grup Whatsapp.

Dalam surat tersebut, Habib Rizieq mencoba menyampaikan bahwa untuk menyikapi situasi Prabowo Subianto tersebut, rencananya para Alumni 212 akan menggelar Ijtima Ulama jilid II.

Berikut adalah surat Habib Rizieq yang disampaikan Slamet Maarif :

AMANAH
Imam Besar Umat Islam Indonesia
Habib Muhammad Rizieq bin Husen Syihab

بسم الله و الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من والاه

Setelah Deklarasi Capres Cawapres dari dua kubu pada hari Kamis 9 Agustus 2018 dan pendaftarannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini Jum’at 10 Agustus 2018 untuk dua paslon, yaitu :
Jokowi – Kyai Ma’ruf & Prabowo – Sandi

Dengan ini diserukan kepada segenap Ulama & Umat Islam, khususnya seluruh jajaran Pengurus FPI & GNPF Ulama serta PA 212 dengan semua Sayap Organisasinya dan juga segenap simpatisan di seluruh Tanah Air Indonesia, agar tetap “Tenang & Sabar”, serta tetap “Istiqomah” dalam “Satu Komando Ulama”.

Beri kesempatan yang Luas & Lapang kepada para Habaib & Ulama serta Tokoh Perjuangan kita melakukan “Ijtihad Politik” melalui “Ijtima’ Ulama II” untuk menjaga maslahat Agama, Bangsa & Negara demi meraih Ridho Allah SWT.

Selama proses “Ijtihad Politik” berjalan, diserukan kepada semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan atau melakukan perbuatan apa pun yang merendahkan harkat & martabat pihak mana pun.

Ayo …, jaga persatuan & kesatuan dengan Aqidah & Syariah serta Akhlaqul Karimah untuk menuju “Indonesia Berkah”.

Percaya & Yakinlah selama kita Ikhlas & Tulus serta Kompak & Bersatu, juga Tetap Semangat & Kerja Keras, niscaya kemenangan akan kita raih.

Ingat …, seribu kali kita jatuh & gagal, maka seribu satu kali kita akan bangkit kembali menuju kesuksesan.

Akhirnya, tancapkanlah dalam hati & pikiran kita bahwasanya Tiada Penghalang bagi apa yang Allah Berikan. Dan Tiada Pemberi bagi apa yang Allah halangi. Serta Tiada Penolak bagi ketentuan yang sudah Allah tetapkan.

حسبنا الله و نعم الوكيل، نعم المولى و نعم النصير

Jum’at 10 Agustus 2018
Makkah Al-Mukarromah

Komentar

Jangan Lewatkan