oleh

GNPF Ulama Masih Harapkan Prabowo Pilih Kalangan Ulama, Bukan Sandiaga Uno

-Nasional-46 views

Redaksikota.com – Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto malam ini telah memutuskan untuk memilih Sandiaga Salahuddin Uno sebagai cawapresnya. Keputusan tersebut tentu tidak sesuai dengan hasil kesepakatan yang diambil oleh Ijtima Ulama dalam merekomendasikan pasangan Capres-Cawapres Koalisi Keummatan.

Menghadapi keputisan politik Prabowo yang begitu besar itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak menyerukan kepada ulama dan umat untuk tetap tenang, sabar dan menahan diri.

“Diserukan kepada segenap ulama dan umat Islam agar tetap tenang dan sabar, serta tetap istiqamah bersatu bersama ulama di bawah satu Komando Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab,” kata Yusuf lewat keterangan tertulisnya, Jumat (10/8/2018).

Baca juga : PA212 Paksa Koalisi Keummatan Hanya Pilih Prabowo-Salim atau Prabowo-UAS

Seruan ini disampaikan untuk meminimalisir gerakan protes yang dilakukan kelompok 212 lantaran sebelumnya, GNPF-U menginginkan Cawapres Prabowo Subianto adalah dua nama yang muncul berdasarkan seruan Habib Rizieq, yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri atau Ustaz Abdul Somad (UAS).

Namun sayangnya, karena dinamika politik yang begitu alot ternyata apa yang diharapkan sama sekali tidak terwujud. Bahkan GNPF-U sendiri tetap menginginkan cawapres Prabowo berasal dari kalangan ulama.

Kemudian jika melihat ketidaksiapannya Ustadz Abdul Somad serta keengganannya Salim Segaf mendampingi Prabowo, GNPF Ulama pun telah memberikan rekomendasi dua nama alternatif lain. Menurut Yusuf Martak, mereka adalah Ustadz Arifin Ilham dan Ustadz Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym.

“Bahwa saat UAS menolak dan Habib Salim ditolak koalisi, maka GNPF Ulama telah menawarkan alternatif cawapres Ulama yg telah direstui IB HRS dan para tokoh sentral Ijtima Ulama, yaitu : Ust Arifin Ilham dan Aa Gym,” ungkap Yusuf.

Sebagaimana diketahui, nama Ustaz Somad dan Salim Segaf muncul dari digelarnya Ijtimak Ulama. Saat itu para elite Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB sempat mengikuti acara.

Komentar

Jangan Lewatkan