oleh

Alumni 212 Kompak Menangkan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019

JAKARTA, Redaksikota.com – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Gerakan Alumni 212 menggelar deklarasi dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Maruf Amin.

Dukungan tersebut dilakukan sebagai bentuk penilaian positif terhadap langkah Joko Widodo yang menggandeng ulama Nahdlatul Ulama, Kiyai Maruf Amin sebagai Cawapresnya di Pilpres 2019.

“Beliau adalah seorang kiyai beneran, jangan takut dan jangan dengarkan isu hoax. Beliau adalah ulama besar. Beliau kiyai jelas, keturunannya jelas, muslimnya jelas. Beliau jadi Ketua MUI yang itu adalah embahnya para ulama. Kita sebagai umat Islam berkewajiban mendukung beliau,” kata Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Jakarta Selatan, Yubaidillah Yusuf dalam sambutannya di tengah-tengah deklarasi yang digelar di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2018).

Ia sangat berharap agar pasangan Capres-Cawapres tersebut mendapatkan kemenangan di Pilpres 2019 mendatang.

“Kalau kalah, malu kita karena beliau ulama besar,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan doa tadi diijabah oleh Allah SWT. Semoga tujuan kita mendapatkan ridlo dari Allah SWT,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Front Penegak Pancasila (FPP) Gondo Sumargono juga menyampaikan hal senada. Ia bahkan menyampaikan apa yang menjadi langkah politiknya tersebut merupakan keputusan yang tepat.

Ia mengaku sangat bangga ketika ada ulama besar didapuk menjadi calon pemimpin besar di pemerintahan Indonesia.

“Kita berada di track yang lurus. Baru kali ini ulama kita ditempatkan menjadi wapres. Baru kali ini ulama-ulama dapat porsi yang sangat besar di pemerintahan Indonesia. Wajib kita bela ulama kita,” tegas Gondo.

Namun demikian, ia memberikan pesan penting bagi masyarakat khususnya kalangan alumni 212 untuk menjaga agar iklim politik nasional tetap kondusif. Salah satunya adalah dengan tidak menyebar narasi hoax apalagi sampai termakan berita bohong.

“Ini iklim politik, tolong jaga agar teduh. Jangan percaya berita hoax, selidiki siapa yang memberikan sumber. Katanya pak Jokowi begini begitu itu semua fitnah. Beliau orang tuanya Boyoloali, bukan China dan beliau bukan PKI. Itu fitnah bahwa fitnah adalah lebih kejam dari pembunuhan,” terangnya.

Terakhir, Gondo pun menitipkan pesan agar masyarakat ikut menyuarakan kebenaran dan menangkis berita-berita hoax yang mendegradasi Jokowi maupun Kiyai Maruf sebagai personal.

“Sampaikan ke suami, saudara ibu-ibu bahwa pak Jokowi tidak ada keturunan PKI dan pak Jokowi bukan keturunan China,” tutupnya. (***)

Komentar

Jangan Lewatkan