Bayi Kembar Siam Asal Lamongan Miliki Kelainan Berat Pada Jantung

Bayi Kembar Siam Asal Lamongan Miliki Kelainan Berat Pada Jantung

BERBAGI

SURABAYA, Redaksikota.com-Bayi kembar siam asal Lamongan yang dirawat di RSUD Dr Soetomo mengalami kelainan berat pada jantungnya. Hal ini diketahui setelah pemeriksaan spesialis jantung di hari kedua perawatannya Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr Soetomo , Kamis (12/4/2018)

Bayi berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Anindita Aprilia Putri dan Anindia Aprilia Putri ini menurut Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, Agus Harianto memiliki jantung yang terpisah. “Tetapi masing-masing bayi punya kelainan jantung berat,” urainya.

Bayi pertama memiliki kelainan single ventrikel, yaitu hanya memiliki satu bilik jantung. Sementara bayi kedua, antara ventrikel dan bilik jantung tidak terdapat sekat. “Ancamannya payah jantung bisa terjadi kapanpun, saat ini diberi obat-obatan untuk penguatan jantung dna nutrisinya,” paparnya.

Targetnya setelah bisa bertahan 3 bulan akan dilakukan operasi pemisahan. Namun, jika sebelum waktu yang ditentukan bayi mengalami payah jantung, terpaksa harus diupayakan operasi dengan segala resikonya. “Sekarang kedua bayi beratnya 4.200 gram, target operasi yang pasti tiga bulan setelah jantungnya beradaptasi dengan baik,” ujarnya.

Keseluruhan perawatan ini menurut Agus dilakukan di RSUD dr Soetomo ditanggung oleh JKN-KIS. Timuzin Novianto (43), ayah bayi mengakui telah lalai melakukan pemeriksaan saat istrinya mengandung. Pemeriksaan selama hamil hanya dilakukan saat memasuki awal bulan kesembilan kehamilan. “Istri nggak mau, takutnya tambah kepikiran. Apalagi saat di USG sata pemeriksaan itu tidak terlihat kalau bayinya kembar,” urainya.

Bayi kembar yang dempet bagian dada dan perutnya saling menempel ini lahir melalui proses persalinan normal, meski saat itu yang keluar terlebih dahulu adalah bagian kakinya. Saat tiba di rumah sakit sudah pembukaan lengkap dan sang ibu siap melahirkan. “Keluarga memang banyak yang kembar, termasuk kakek dan bapak saya,” ungkap Timuzin.