62,29% Rakyat Tak Suka Politik Dinasti, Keluarga Limpo Terancam Gagal

62,29% Rakyat Tak Suka Politik Dinasti, Keluarga Limpo Terancam Gagal

BERBAGI

Redaksikota – Peneliti dari Sinergi Data Indonesia (SDI), Barkah Pattimahu mengatakan walaupun popularitas keluarga Yasin Limpo sangat tinggi, namun bukan berarti posisi tingakat terpilihnya sama tinggi.

Pasalnya berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh pihaknya untuk rentang waktu tanggal 14 hingga 20 Februari 2018 di 24 Kabupaten/Kota, ternyata pemilih sangat tidak menyukai adanya politik dinasti.

“Lebih dari separuh atau 62,29% pemilih tidak menyetujui politik kekerabatan atau politik dinasti. Hanya 23,49% saja yang menyatakan setuju,” kata Barkah di Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Selain itu, temuan survei saat ini terhadap pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakar dalam variabel tingkat potensi terpilihnya juga mengalami penurunan dibandingkan temuan survei sebelumnya.

Jika dalam surveu kali ini pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar meraih dukungan suara 27,50%, maka kondisi ini jelas membuat pasangan Calon Gubernur Sulawesi Selatan tersebut berada di posisi yang kurang aman.

“Berdasarkan survey yang pernah dilakukan oleh SDI pada Desember 2017, raihan suara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar mencapai 30,30%. Dengan demikian suara pasangan ini mengalami penurunan di survey Fabruari 2018,” terangnya.

Pemilih dari barometer swing voters

Kemudian dalam temuan di survei kali ini, SDI menemukan adanya potensi suara terkuat di Pilgub Sulsel 2018 ini. Mereka adalah orang-orang yang memilih berdasarkan tingkat rasionalitas.

“Dari total swing voters di Sulsel yang mencapai 47,30% tersebut, sebanyak 54% nya adalah pemilih rasional. Olehnya itu siapakah yang mampu mempengaruhi pemilih rasional dengan visi, misi serta program yang tepat akan berhasil memenangkan pertarungan di Sulsel,” ujar Barkah.

“Dua pasangan yang punya peluang besar meraih suara pemilih rasional adalah Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakkar dan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman,” tambahnya. (ibn)