Beranda Megapolitan Ada PHK Sepihak, Puluhan Buruh PT Thamron Akuatik Produk Industri Ngamuk

Ada PHK Sepihak, Puluhan Buruh PT Thamron Akuatik Produk Industri Ngamuk

SERANG, Redaksikota – Ratusan buruh dari PT Thamron Akuatik Produk Industri yang didominasi oleh kaum wanita melakukan aksi unjuk rasa di depan perusahaan yang berlokasi di Kawasan Centa Brasindo Abadi Chemical Industri (CBA) di Jalan Raya Cikande-Rangkas Bitung, Km 9, Desa/Kecamatan Jawilan, Kamis (8/2/2018).

Dalam aksinya tersebut, para buruh berusaha menyikapi adanya kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap 20 orang pekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan udang tersebut.

Koordinator Aksi Entis Sutisna mengatakan, bahwa pada aksi kali ini pihaknya memiliki empat tuntutan. Pertama meminta untuk dipekerjakan kembali 20 orang karyawan yang di-PHK. Kedua, masalah UMK agar sesuai dengan aturan. Ketiga, masalah jam kerja dan keempat menerapkan status karyawan sesuai undang-undang nomor 13 tahun 2013 tentang ketenaga kerjaan.

“Karyawan yang di PHK kan 20 orang,” kata Entis.

Entis menjelaskan terkait dengan kebijakan PHK sepihak tersebut, dirinya pun belum mengetahui apa alasan pemecatannya. Sebab, pada saat itu, tepatnya hari Senin lalu para karyawan itu sedang bekerja. Kemudian mereka pun istirahat dan sekitar pukul 15.00 WIB setelah masuk ada pemanggilan dari perusahaan.

“Kita kira merundingkan masalah upah, ternyata kalian itu semua di PHK. Enggak ada (penjelasan),” katanya.

Namun yang pasti alasan pemecatan yang sempat diutarakan oleh perusahaan adalah lantaran 20 orang karyawan tersebut sudah dianggap tidak kondusif. Kemudian selama melakukan demo pada 11 Januari lalu perusahaan merasa dirugikan.

“Padahal kita juga enggak bakalan demo kaya gini kalau perusahan ini melakukan upah kita normatif,” ucapnya.

Selama ini, perusahan hanya membayar upah Rp60.000 ditambah dengan uang kehadiran Rp10.000. Sehingga total upah yang diterima Rp70.000 perhari. Namun kemudian pasca dilakukan aksi, upah naik menjadi Rp80.000 per hari.

“Untuk kesininya itu lain lagi itu borongan, tetapi tidak semua diborongkan kepada karyawan. Yang mungkin diborongkan itu seperti pengupas udang, PK, itu yang bisa,” katanya.

Keluhan buruh sudah sampai ke Dinas terkait

Pihaknya pun mengaku sudah pernah menyampaikan keluhan tersebut ke dinas terkait. Bahkan dirinya berencana pada Jumat ini akan menyampaikan tuntutan ke dinas ketenagakerjaan. Dan apabila pelaporan itu tidak mendapatkan respon baik dari perusahaan, maka pihaknya akan melakukan aksi kembali.

“Ini belum ada apa-apanya, kita itu untuk tujuan hari Senin kalau misalkan kesepakatan tidak ditanggapi kita akan aksi mengundang dari Cilegon, Serang, Tangerang dan Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Human Resource Development (HRD) PT Tamron Akuatik Produk Industri, Silver Mogo mengatakan, bahwa secara tegas pihaknya sudah memberhentikan 20 orang pekerjanya tersebut. Terkait para pekerja itu puas atau tidaknya, pihaknya sudah tidak membuka negosiasi.

“Itu sudah sangat jelas, masa kerja karyawannya pun baru 3 bulan. Secara aturan kita boleh memberhentikan kalau masih 3 bulan,” ujarnya.

Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industri Disnakertrans Kabupaten Serang TB Ana Supriyatna mengatakan, seharusnya perusahaan tidak langsung memutuskan. Namun harus berunding terlebih dahulu. Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. 

“Untuk dilakukan suatu bipartite terlebih dahulu, dibuat risalah perundingan, apabila salah satu pihak menggugat kami sebagai mediatornya,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta agar pekerja membuat pencatatan hubungan industrial. Setelah itu masalah tersebut akan diuji.

“Karena disini jelas itikad baik dinas belum bisa diterima perusahan, itu artinya tinggal membuat pencatatan hubungan industrial. Nanti kita uji disana,” ucapnya. (Jiwa)