BERBAGI

Redaksikota – Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak mengatakan pertemuan antaran Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno adalah langkah positif yang dibangun untuk kepentingan Jakarta.

Apalagi dalam pertemuan tersebut, mencuat kabar jika kedua belah pihak ini membahas soal penataan kampung kumuh di Jakarta melalui kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan perusahaan-perusahaan plat merah.

“Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Menteri BUMN Rini Sumarno terkait rencana penataan 220 kampung kumuh di DKI Jakarta yang rencananya dibiayai menggunakan CSR BUMN. Rencana ini merupakan terobosan guna percepatan penataan kampung-kampung kumuh dengan cara yang lebih humanis,” kata Bastian dalam keterangan persnya yang diterima Redaksikota, Rabu (10/1/2018).

Dengan kabar pertemuan tersebut, Bastian yang juga merupakan penggagas Dewan Kreatif Jakarta menilai jika memang Menteri Rini serius bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, maka 5 tahun ke depan publik akan melihat dampak positifnya.

“Jika BUMN benar-benar serius  berkontribusi dalam proses penataan kampung-kampung kumuh di DKI Jakarta, maka dalam waktu 5 tahun kedepan Jakarta akan menjadi kota yang indah di segala sudut kota,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bastian menyampaikan bahwa sejauh ini dirinya bersama dengan Dewan Kreatif Jakarta masih merancang konsep arsitekturnya sehingga dapat diimplementasikan dengan baik.

“Dewan Kreatif Jakarta saat ini sedang menyusun konsep desain arsitektur dari perspektif kreatif dengan mengkaji latar belakang sosial ditambah unsur seni dan budaya yang nanti akan merubah wajah kampung-kampung kumuh menjadi kampung yang tertata rapih dan bermultifungsi yang nantinya juga akan menopang ekonomi warga kampung,” kata Bastian.

“Mudah-mudahan berbagai konsep yang kami sediakan bisa berguna bagi masyarkat yang saat ini masih termarjinalkan,” tambahnya.

Tak hanya itu saja, konsep yang akan digarap antara Dewan Kreatif Jakarta bersama dengan Pemprov DKI Jakarta merupakan karya baru yang lebih unik.

“Dewan Kreatif Jakarta akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemprov DKI guna membahas konsep kampung kreatif agar penataan pemukiman kumuh di jakarta bisa dilakukan dengan secepat-cepatnya dengan konsep-konsep out of the box,” pungkas Bastian.

Diketahui, hari ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Menteri Negara BUMN Rini Soemarno, di Balai Kota DKI Jakarta. Dan dlaam pertemuan tersebut juga dihadiri para direksi BUMN untuk membahas berbagai hal, salah satunya soal mengenai masih banyaknya kampung kumuh di Jakarta.

“Kita juga melakukan pembahasan menyangkut kampung-kampung kumuh, miskin di Jakarta yang jumlahnya cukup banyak,” kata Anies Baswedan.

Pekerjaan rumah terbesar di Jakarta, kata Anies, menangani ketimpangan warga kaya dan miskin. Di Jakarta ini ada warga ekstrem miskin dan ekstrem kaya.

“Kita harap ada program-program yang bisa menangani persoalan ketimpangan, kemiskinan khususnya di dalam penataan kampung-kampung miskin,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas agenda-agenda strategis pembangunan di Jakarta. Menurut Anies, BUMN memiliki peran sangat strategis dalam membangun Jakarta selama ini dan peran strategis itu akan diteruskan. Posisi Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan ialah sebagai regulator sekaligus pelaksana baik dalam pembangunan sosial, ekonomi, maupun infrastruktur.

“Kita bersepakat untuk kerja lebih dekat, kerja lebih intensif dan banyak hal yang bisa dilakukan sama-sama,” ujarnya. (*)