oleh

Tak Peduli Umat Islam, Kantor KAI DAOP 1 Digeruduk Mahasiswa

JAKARTA, Redaksikota.com – Kantor PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 digeruduk puluhan pemuda dan Mahasiswa Islam. Mereka mengencam kebijakan perusahaan yang dinilai mengabaikan kenyamanan beribadah, karena Masjid di Stasiun Gambir tak layak untuk beribadah.

Koordinator aksi Ahmad Latupono mengatakan, PT KAI dinilai tak peduli terhadap kenyamanan umat Islam beribadah.

“Mereka mengedepankan kepentingan bisnis seperti pengelolaan minimarket yang menghasilkan uang daripada kepentingan keumatan,” kata pria yang akrab disapa Anyonk ini di Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Anyonk melihat, stasiun gambir dipadati dengan banyaknya gerai makanan dan minuman yang menghasilkan uang.

“Sementara, umat beribadah tak bisa karena fasilitas tak layak,” kata dia.

Anyonk juga mengktitisi keuntungan dari KAI yang sangat besar.

“Sementara kok pelit sekali, membangun rumah ibadah saja gak bisa,” katanya seraya berapi-api.

Anyonk menilai, sampai sekarang tak ada komitmen untuk merenovasi masjid.

“Katanya mau dibangun saat ini. Kok tak jadi-jadi. Saya lihat denahnya, mirip seperti rumah, bukan masjid. Kalau saya lihat lama-lama, bukan seprrti masjid,” ujarnya kesal.

“Kita merasa miris soalnya warga dan penumpang kereta api yang berada di Stasiun Besar Gambir terpaksa salat di halaman parkir karena terbatasnya kapasitas Masjid At Tanwir. Jadi DOP I ini terkesan tidak peduli dengan umat,”.

Menurutnya, ketersediaan tempat shalat yang memadai bisa membantu para pengguna kereta api dalam menjalankan ibadahnya. Sejauh ini, tempat shalat di stasiun rata-rata hanya berbentuk ruangan kecil dan harus mengantre terlebih kalau saat salat maghrib.

“Jangan hanya fokus duit saja dong, hajat orang banyak juga harus diperhatikan,” sebutnya.

Dia pun berencana untuk menggelar aksi serupa jika tuntutan tak dipenuhi. Bahkan mendesak petinggi KAI Daop 1 untuk dicopot karena tak pro umat Islam.

“Kalau perlu saya ajak ormas Islam lain seperti Alumni 212. Bahkan, kalau tak disetujui, kami akan mengadu ke NU atau Muhammadiyah,” terangnya.

Sayangnya, aksi ini hanya ditonton saja oleh para pegawai KAI. Mereka seperti tak peduli dan enggan memberikan solusi soal aksi ini.

Aksi ini sempat membuat ruas jalan di depan kantor Kecamatan Menteng agak tersendat.

(rel)

Komentar

Jangan Lewatkan