BERBAGI

Redaksikota, Bogor – Wali Kota Bogor,  Bima Arya meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk konsisten dalam membenahi sistem transportasi di Kota Bogor. Untuk itu, Awak Dishub juga diminta agar tidak melakukan pembiaran terhadap berbagai pelanggaran khususnya yang dilakukan oleh pengemudi angkot.

Peringatan sekaligus motivasi Wali Kota Bogor ini disampaikan lantaran Dishub sudah memiliki segala program maupun konsep dalam penataan transportasi. “Konsep sudah ada, rencana sudah ada, gagasan sudah ada, skenario sudah ada. Konversi (angkot) sudah dirancang, regulasi sudah disiapkan. Tinggal konsistensi kita dalam mengawal itu semua,” tegas Bima saat menjadi inspektur upacara Hari Perhubungan Nasional Tingkat Kota Bogor di Plaza Balaikota, Rabu (20/09/17).

Bima juga sangat berharap, agar tahapan-tahapan konversi dan rerouting angkot bisa berjalan dengan baik. “Target saya, awal tahun depan (2018) warga Bogor sudah bisa merasakan dan sudah bisa menikmati layanan transportasi yang lebih baik ketika konversi Bus Trans Pakuan sudah mulai bisa berjalan awal tahun,” harapnya.

Lebih jauh Bima meminta agar seluruh awak Dishub yang bertugas di lapangan,  secara konsisten berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Jangan biarkan ada hal-hal yang melanggar hukum terjadi di depan mata kita. Cukup sudah pembiaran-pembiaran terjadi. Rasanya saya setiap hari menerima keluhan, adanya pembiaran terhadap angkot yang berhenti di shelter-shelter yang seharusnya digunakan untuk mengangkut saja bukan untuk ngetem,” pungkasnya. (Kontributor *Ferdi)