Mahyudin Rumata
Ketua Bidang Agraria dan Kemaritiman PB HMI, Mahyudin Rumata. [foto : Redaksikota]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Dari lubuk hati yang terdalam, izin saya mengucapkan selamat menjalankan kembali pengabdian Bapak untuk 5 tahun ke depan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan ridho dan perlindungan kepada bangsa Indonesia dan seluruh rakyatnya.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 23/10/2020, Bapak secara resmi mengumumkan dan melantik pembantu Bapak yang Bapak beri nama Kabinet Indonesia Maju. Pengukuhan kabinet yang anda lakukan hemat saya dengan sendirinya mengakhiri istilah Cebong dan Kampret

Selanjutnya perkenalkan, saya adalah salah satu dari masyarakat bapak kebetulan berasal dari Maluku yang pada pemilu yang lalu ikut memilih Bapak sebagai Presiden, denga harapan Bapaklah pemimpin yang dikehendaki memajukan bangsa ini

Melalui catatan ini, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada Bapak dalam menjalankan masa pengabdian di periode kedua ini. Namun terlebih dahulu saya ingin menyentil kepada mereka yang buta hati tidak melihat capaian pembangunan infrastruktur yang telah Bapak torehkan, juga bagi mereka yang picik nurani yg tidak dapat merasakan gelora yang bapak gemahkan untuk merubah paradigma pembangunan menuju Indonesia sentris.

Bahwa kemudian, dalam perjalanan memimpin bangsa ini, terkadang Bapak memutuskan untuk memunggungi dan mengabaikan beberapa aspirasi masyarakat, dalam situasi tertentu saya sebagai rakyat mahfum atas keputusan bapak, karena bapak mengelola beragam kepentingan dengan jutaan keinginan

Oh Yah, semoga Bapak senantiasa sehat selalu…!!!

Karena Bapak dalam beberapa hari kedepan akan melakukan kunjungan ke Maluku, izinkan saya menyampaikan beberapa hal yang kiranya dapat menjadi perhatian Bapak saat berada di Maluku

Pertama, Pasca pelantikan Kabinet Indonesia Maju beberapa hari yang lalu, banyak netizen dan warga sempat menyampaikan protes melalui media sosial terkait tidak ada orang Maluku yang menjadi pembantu Bapak di Kabinet. Saya meyakini dalam penyusunan Kabinet, semata-mata pertimbangan kompetensi dan kompromi politik bukan karena darimana dia berasal, apa agama dan atau sukunya apa?, kiranya muatan ini yang menjadi penting untuk Bapak sampaikan ke rakyat Maluku. Saya juga tidak pernah menyalahkan apa yang diopinikan oleh orang-orang Maluku terkait keterwakilan mereka di Kabinet yang Bapak pimpin, saya memahami keresahan mereka, tentu memiliki alasan. Apa alasannya? Mungkin selama ini dalam beberapa kali kebijakan yang di lakukan oleh Jakarta sering mengabaikan Maluku bahkan cenderung maluku di janjikan, makanya tak heran mereka menyuarakan keterwakilannya di Kabinet. Olehnya itu, saran saya untuk Bapak Presiden, di periode kedua nanti dalam kebijakan kebijakan pembangunan kiranya Maluku menjadi perhatian. Ada beberapa janji yang mungkin selama ini di abaikan oleh Jakarta, salah satu di antara janji Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang sampai saat ini tak kunjung direalisasikan dalam bentuk kebijakan turunan.

Kedua, Proyeksi jumlah penduduk Maluku antara 2020-2030 berkisar antara 1,8 – 2,1 juta jiwa, jumlah ini kira-kira setara dengan satu Kabupaten pulau Jawa. Dengan penduduk segitu dan potensi Sumber Daya Alam yang tersedia (tengok saja Blok Massela), sekiranya tak ada satupun Rakyat di Maluku hidup dalam kemiskinan. Namun faktanya berbeda, Maluku masih masuk dalam kategori Provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi. Sember data BPS per 15 Juli 2019, Provinsi Maluku menduduki peringkat 2 tertinggi angka kemiskinan setelah Papua. Ironis melihat hal ini karena tidak sebanding dengan ketersediaan Sumber Daya Alam dan jumlah penduduknya yang hanya 1,7 juta. Olehnya itu, kedepan kiranya sebagai anak Maluku saya berharap Bapak menaruh perhatian lebih kepada Maluku melalui kebijakan-kebijakan penganggaran maupun program-program strategis prioritas.

Ketiga, Bahwa mungkin mengikuti protes masyarakat Maluku terkait pernyataan salah satu pembantu Bapak pada periode Kabinet Kerja tentang Gempa di Maluku yang hingga saat ini sudah ribuan kali gempa (walaupun intensitasnya kecil). Kedepan agar pembantu Bapak tidak ada lagi yang mengeluarkan pernyataan yang menyinggung perasaan rakyat apalagi kaitannya dengan bencana alam. Untuk ketahuan Bapak, di kampung saya saja yang jauh dari titik gempa, sebagai bentuk ikhtiar, sebagian warga pada malam hari memilih untuk tidak tidur dirumah, ada juga yang tidak tidur malam karena rata-rata rumah kami berada di pesisir pantai dan ketegori pulau-pulau kecil.

Sebagai anak bangsa, saya sarankan bahwa Maluku kiranya diberikan perhatian super khusus terkait kebencanaan, mengingat wilayah kami adalah daerah kepulauan yang rentan terhadap bencana alam terutama gempa bumi. Penting juga untuk dalam penanganan bencana, pendekatan kearifan lokal dalam penanggulagan maupun pengantisipasian menjadi prioritas.

Keempat, saya termasuk yang percaya dan kagum pada keteguhan sikap dan ketegasan Bapak dalam memimpin. Tetapi kompleksitas mengelola negara adalah juga realita yang terkadang tidak sanggup dipikirkan sendirian.

Oleh karena, izinkan saya memohon kepada Anda untuk tetap membiarkan masukan dan kritik, yang terkadang sangat pedas. Tidak harus semua satu suara karena hal itu justru akan memberi jalan pada tegaknya tirani yang sama-sama tidak kita inginkan, yang dulu sama-sama kita runtuhkan.   

Saya hanya satu di antara 1,7 juta warga Maluku. Suara saya, catatan ini, tidak akan sampai dan tidak mampu memberi warna. Tetapi konstitusi kita telah memberi hak kepada saya untuk menyampaikan pendapat di muka umum dan saya tengah menggunakan hak itu sehingga tidak harus dibebani keharusan apakah tersampaikan ataukah tidak.

Rakyat Maluku juga rakyat Bapak, Indonesai tanpa Maluku bukanlah Indonesia.

Terima Kasih
Hormatku Pemuda Asal Maluku
Mahyudin Rumata