Beranda Kolom Suara Pembaca Mencintai Indonesia dari Indahnya Negeri Ginseng

Mencintai Indonesia dari Indahnya Negeri Ginseng

Oleh: Ahmad Riyadi

WIB
117 views
| Estimasi Baca: 3 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bicara Korea Selatan, tidak lepas dari keindahan negerinya yang masih menjaga rapih budaya lokalnya. Negara yang tidak hanya terkenal musik K-Pop dan Drama nya ini menyimpan banyak keindahan dari setiap sudut kotanya yang tertata rapi. Keindahan tata kelola kota yang super canggih, hingga keramahan masyarakatnya yang tak kalah dengan Indonesia menjadikan negara yang ber ibu kota Seoul ini layak untuk dijadikan destinasi wisata hingga menuntut ilmu. Negara yang sebagian besar daratannya adalah pegunungan, dengan puncak tertingginya adalah Halla-san dengan ketinggian 1.950 m ini juga memiliki julukan yang sangat familiar di telinga, yaitu ‘Negeri Ginseng’. Alasan mengapa Korea Selatan dijuluki sebagai Negeri Ginseng, tentu berangkat dari fakta bahwa sebagian besar penduduk desa di Korea Selatan adalah petani Ginseng. Jadi tidak heran ketika selama perjalanan kita dari Incheon International Airport hingga ke Seoul, kita akan disuguhkan pemandangan perkebunaan yang ditutupi terpal berwarna hitam yang terdapat pohon-pohon ginseng didalamnya. Terpal hitam yang menutupi perkebunan ginseng berfungsi untuk menyerap panas matahari yang tidak dapat langsung diserap oleh tanaman ginseng.

Tata kelola kota yang rapi,keragaman budaya lokal, hingga pengelolaan sumber daya yang massif menciptakan satu keindahan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Negeri Ginseng tersebut. Selain wisatawan yang berkunjung hanya untuk sekedar berlibur menikmati keindahan kota Seoul disetiap sudutnya, Korea Selatan juga menarik untuk dikaji lebih dalam mengenai aspek pendidikannya. Satu hal yang menarik bahwa kewajiban mengenyam pendidikan di Korea hanya sampai tingkat SMP, tetapi karena kesadaran akan pendidikan disana sangat tinggi, mayoritas anak-anak di Korea tetap disekolahkan hingga jenjang tertinggi (kuliah).

Berangkat dari ketertarikan akan Negeri Ginseng tersebut, mahasiswa yang akrab disapa Riyadi ini memantapkan dirinya untuk mengikuti program Korea Global Exchange 2018 yang diselenggarakan lembaga pendidikan Studec International pada 9-17 Februari lalu. Ahmad Riyadi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka ini merupakan salah satu dari 17 delegasi Mahasiswa Indonesia yang berangkat mengikuti perogram tersebut, yang salah satu agendanya adalah program International Winter School dari Konkuk University yang rutin diadakan setiap tahunnya dan dibuka untuk seluruh mahasiswa perguruan tinggi se-dunia.

Menurut mahasiswa kelahiran Jakarta ini, dapat mengikuti program International adalah suatu kebanggan tersendiri baginya.

“Yang pasti bangga, apalagi prosesnya kita jalanin sendiri, mulai dari seleksi sampai harus nyari sponsor. Itu kurang lebih sekitar 2 bulan persiapannya,” imbuhnya.

Konkuk University merupakan salah satu kampus terbaik di Seoul. Tidak sedikit orang Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Konkuk University, baik yang sedang menempuh S1, S2, S3, hingga yang hanya sedang mengikuti sekolah bahasa.

Program Korea Global Exchange 2018 ini diikuti oleh sekitar 17 delegasi setiap kampus mulai dari UHAMKA, UNPAD, IPB, UIN Jogja, UMM, UNAIR Hingga UI dan UGM. Dalam program yang di Organized oleh lembaga pendidikan Studec International ini, para peserta delegasi awalnya diminta untuk menulis essay dalam proses seleksinya. Dimana essay yang ditulis bertema proyeksi peserta terhadap hubungan Indonesia-Korea kedepan, dan menjelaskan mengenai kontribusi apa saja yang sudah dilakukan terhadap Indonesia sampai saat ini.

Menurut mahasiswa yang juga aktif di Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta selatan ini, dirinya banyak sekali mendapatkan pengalaman yang luar biasa selama mengikuti program Korea Global Exchange 2018. Salah satu yang menarik adalah mengenai ketertiban, semangat, dan manajemen diri yang menurutnya juga patut dicontoh oleh pemuda Indonesia.

“Potensi pemuda indonesia sangat luar biasa, harus ditambah dengan semangat perubahan untuk dapat membawa indonesia lebih maju. Yaa setidaknya setara lah dengan Korea,” Tegasnya, dilanjutkan dengan senyum. Menurutnya, hal yang terpenting mengenai maju atau tidaknya suatu negara tergantung semangat para pemudanya.

“Indonesia hari ini akan berganti dengan Indonesia yang baru dalam proses yang semakin berkembang. Seperti hakikat zaman, terus bergulir dan mengalami perubahan. Siapapun yang  tak berubah dan tidak memiliki semangat perubahan, maka ia harus siap untuk digilas oleh zaman, atau setidaknya akan menjadi manusia yang terpinggirkan. Kejam memang, namun itulah hakikat kehidupan. Harus mampu bertahan dengan semangat perubahan dalam menghadapi setiap tantangan zaman,” Tambahnya.

Selama delapan hari berada di Negeri Ginseng tersebut, Riyadi mengaku belum puas karena belum cukup menyelami lebih dalam keindahan Negara K-Pop tersebut. Namun dengan begitu, hal-seperti itulah yang menurutnya menjadikan dirinya semakin penasaran dan berniat kembali lagi ke negara yang hampir 60% warganya tinggal di Seoul tersebut. “Pastinya belum puas, karena saya yakin masih banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari negara ini, tapi setidaknya delapan hari ini mengajarkan saya bagaimana cara mencintai Indonesia dengan cara yang berbeda. Pokoknya Indonesia tetap dirindukan,” jelasnya.

Peserta yang juga mendapatkan penghargan atas kategori Best Leader pada program Korea Global Exchange 2018 ini menambahkan pesan bahwa setiap manusia berhak bermimpi dan merasakan seni mewujudkan mimpi tersebut.

“Dari proses ini saya belajar bahwa semua mimpi kita itu mudah untuk digapai, tergantung kitanya, mau usaha atau enggak, itu aja,” tutupnya.