Beranda Kolom Rilis Survei LSI: Cak Imin Paling Ideal Jadi Cawapres 2019

Survei LSI: Cak Imin Paling Ideal Jadi Cawapres 2019

Cak Imin
Presiden Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar. [foto : twitter/DPWPKB_jogja]

Redaksikota – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) telah menggelar survei untuk mencari jejak pendapat publik terkait siapa sosok yang dipercaya paling cocok untuk manu dalam bursa Pilpres 2019 sebagai bakal calon Presiden. Dan berdasarkan data survei yang mereka lakukan pada rentang waktu tanggal 20-31 Desember 2017 tersebut, ternyata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dianggap paling pantas menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan oleh salah satu penelitis LS, Taufik Febri. Ia mengatakan jika hasil survei yang dilakukan terhadap 1.220 responden dengan margin of error 2,8 persen mendapati nama Cak Imin paling unggul dibanding dengan nama-nama lain yang diajukan oleh LSI.

“Hasilnya, Muhaimin Iskandar unggul dibandingkan kandidat lain dengan 14,9 persen,” kata dia saat rilis sekaligus diskusi publik bertajuk ‘Menemukan Tokoh Muda dan Islami’ di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (27/1/2018).

Dia menjelaskan ada lima tokoh muda islami yang terpotret potensial menjadi cawapres dalam survei LSI kali ini. Mereka adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Ajdi atau Tuan Guru Bajang.

Zulhas menjadi pesaing Cak Imin meski presentase keduanya terpaut jauh. Survei memotret Zulhas dipilih 3,8 persen disusul Tuan Guru Bajang dengan 2,2 persen di posisi ketiga. Kemudian disusul oleh Presiden PKS Sohibul Iman dengan perolehan 1,9 persen dan terakhir adalah Romahurmuziy dengan 1,1 persen.

Nah, yang menarik adalah yang belum menentukan pilihan, yang menjawab tidak tahu, rahasia, dan belum memutuskan ada 76,1 persen,” imbuhnya.

Kenapa cawapres perlu sosok yang mewakili kekuatan Islam, Taufik menjelaskan, survei memotret hanya ada dua tokoh yang memiliki tingkat elektabilitas yang mungkin maju dalam Pilpres 2019. (*)