oleh

ASIAN Games 2018, Jalan Pemuda Menuju Taraf Internasional

Oleh Bintang Wahyu Saputra : Ketua Umum PB SEMMI
(Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia)

Jakarta, redaksikota.com – Sebagai salah satu ajang internasional, kehadiran Asian Games di Indonesia diharapkan mampu untuk meningkatkan pemuda Indonesia bertaraf internasional. Karena memang selain merupakan salah satu ajang olahraga bergengsi didunia, yang melibatkan seluruh negara Asia, Asian Games dapat dijadikan momentum bagi pemuda Indonesia untuk meningkatkan kapasitasnya dengan cara mendukung penyelenggaraan ajang empat tahunan ini. Upaya mendukung ajang yang diselenggarakan di provinsi DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat dapat dilakukan oleh pemuda melalui organisasi kepemudaan yang berhimpun didalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Acara yang diadakan oleh Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) tersebut merupakan bentuk dari Asia kembali merayakan keberagaman dan kebersamaan. Tahun 2018 merupakan  gelaran Asian Games yang ke-18 dengan acara pembukaan diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 18 Agustus mendatang.

Seperti yang dinyatakan Guru Dutt Sondhi tentang Asia baru, yakni  “kekuasaan Asia tidak ditunjukan oleh kekuatan dan kekerasan, namun sikap saling pengertian. Untuk itu, kita bersama-sama merayakannya. Sikap saling pengertian melalui Asian Games.

Ajang ini sangat di nantikan oleh masyarakat pecinta olahraga di seluruh belahan Asia  bahkan menjadi salah satu perhatian menarik seluruh belahan benua ataupun negara dunia, sebab ajang ini banyak melahirkan sejarah, opini, cerita, prestasi, euforia, manfaat dan nilai-nilai filosofis di setiap pertandingan ataupun pertarungan.

Hal ini pun mendapatkan perhatian serius oleh beberapa lapisan masyarakat, terkhusus dari Organisasi Kepemudan, termasuk Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) yang memiliki harapan dan cita-cita akan suksesnya penyelenggaraan event ini sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Namun, sangat disayangkan sudah tinggal kurang dari dua bulan penyelenggaraan, pemerintah kurang melibatkan Organisasi Kepemudaan. Padahal keterlibatan Organisasi Kepemudaan memiliki keinginan agar menjadikan ajang ini sebagai formulasi pemuda Indonesia untuk dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing supaya bisa bertaraf internasional.

Keinginan tesebut tidaklah muluk-muluk. Karena memang keterlibatan pemuda dan mahasiswa pada setiap event intenasional bisa menjadi semacam energi positif yang mampu meningkatkan daya saing pemuda dalam pembangunan demi mewujudkan pemuda Indonesia yang berkualitas internasional.

Terbukti, dalam catatan sejarah perjalanan bangsa,kita dapat menyaksikan jika peran pemuda dan mahasiswa dalam pembangunan bangsa sangat besar, termasuk dalam ajang Asian Games. Hal ini terlihat saat Indonesia menjadi tuan rumah yang pertama kali tahun 1962 pada pagelaran asian games ke-4, bung Karno sebagai Presiden memerintahkan panitia Asian Games kala itu untuk membentuk patung muda mudi selamat datang di Istora Senayan.

Sudah jelas dalam Asian Games kali ini kami Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia sangat mengapresiasi usaha panitia asian games (INASGOC)  dan Menpora yang sudah bekerja keras menyambut Asian Games 2018 di Indonesia, namun sebagai unsur dari Organisasi Kepemudaan tentunya kami berharap pemerintah bisa melibatkan Organisasi Kepemudaan,  dan pemerintah bisa melaksanakan geladi persiapan Asian Games 2018 mengingat waktu tinggal kurang dari dua bulan lagi.

Karena itu, bertepatan dengan usia kemerdekaan yang ke – 73 tahun, ada baiknya kalau Indonesia berinisiatif membuka ruang bagaimana proses keterlibatan Organisasi Kepemudaan dalam mendukung serta menyuksekan Asian Games 2018.  Asian Games 2018 harus menjadi pekan olahraga yang benar-benar bermanfaat untuk seluruh masyarakat, baik tua atau muda. Apalagi bagi anak muda seperti kami, Asian Games merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa pemuda Indonesia mampu bersaing secara global dan memiliki taraf internasional yang dapat dibanggakan oleh bangsa dan negara. Pemerintah tidak perlu takut untuk membuka kran sebanyak-banyaknya kepada Organisasi Kepemudaan karena memang sudah menjadi kewajiban kami para pemuda untuk menyukseskan setiap event yang diselenggarakan di negara kita. Namun, dengan catatan pemerintah harus melibatkan kami dalam penyelenggaraan Asian Games ke-18 ini.

Kita semua berharap selain sebagai tangga menuju arena kompetisi lebih tinggi, bukan sekedar ajang berbagi giliran juara di antara tuan rumah, perhelatan Asian Games bisa menjadi formulasi pemuda Indonesia untuk Go Internasional. Seperti kutipan dari Bung Karno, “Berikan aku seribu orang tua, maka akan ku cabut Semeru ke akar-akarnya dan berikan aku sepuluh pemuda, maka akan ku guncang dunia”.

Komentar

Jangan Lewatkan