Laskar Cahaya Timur Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Diawali oleh sembilan orang pendiri Forum Komunitas Perjuangan Mataram (FKPM), yang memang dibangun untuk memperkuat dorongan rencana pencalonan Bapak Joko Widodo menjadi calon Gubernur DKI maka lahirlah sebuah komunitas FKPM, sebagai pendukung yang pertama di Jakarta dari non partai.

Jokowi saat itu, ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta bersama Ketua FKPM sebelum menjadi LCT-INDONESIA

Untuk pertama kali, diketuai oleh Sutarno atau yang sering akrab disapa Om Tono saat itu dan dari 9 orang pendiri kini tinggal hanya 6 orang yang masih ada termasuk Pentolan FKPM awal. Kini, Laskar Cahaya Timur Indonesia (LCT-INDONESIA) yaitu Daenk atau  lengkapnya Dadang Kartawijaya.

2 Orang Pencipta LCT-INDONESIA, Sutarno atau yang sering akrab disapa Om Tono (Kiri) dan Dadang Kartawijaya alias Daenk (Kanan)

Dari perjuangan rekan – rekan tim sembilan yang diperkuat oleh rekan simpatisan, mulai dari anggota partai nonstruktur berkembanglah hingga menjadi garda terdepan Bapak Jokowi dimasa blusukan pertama di Jakarta.

Jokowi Ketika Blusukan didampingi Dadang Kartawijaya alias Daenk Ketum LCT-INDONESIA

Jokowi mengakui cara kerja tim FKPM, dan sangat puas dengan hasil penjadwalan yang direalisasikan dari pasar kramat jati, ke pasar gembrong, pasar klender, pasar pulo gadung dan kemudian ke pasar enjo serta pasar jangkrik sebagai blusukan terakhir di hari perkenalan dengan wilayah DKI Jakarta sebagai calon gubernur saat itu.

Singkat cerita, bahwa semua itu terbangun oleh rasa kebersamaan dan mungkin bukan hal mudah diawali sikap tidak mengenal lelah dan ingin membangun Jakarta bersama orang- orang baik seperti Jokowi dan Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dengan hasil akhir yang sangat menggembirakan. Dan jadilah Gubernur serta Wakil Gubernur yang kita usung hingga selesai pelantikan di Halaman Kantor Gedung DPRD Jakarta di Jln.Kebon Sirih saat itu.

Jokowi saat memimpin shalat bersama Tim LCT-INDONESIA

Seiring berjalannya waktu, cerita saat itu ketika terjadi perubahan suasana dinamika politik denga suhu yang tidak kunjung menurun temperamennya saat itu, sang Gubernur merasakan desakan dari segala sisi. Sehingga, sulit untuk menggolkan suatu rencana pembangunan pisik pekerjaan, walau sudah berjalan hampir dua tahun. Maka dengan keadaan hal diatas, terpikirlah sebuah ide untuk membangun inovasi politik dengan cara mendorong Jokowi sebagai Balon Calon Presiden di tahun 2014.

Dengan adanya pergeseran percepatan dalam menuju kursi presiden bagi Jokowi, memang didorong oleh ketua umum PDI Perjuangan. Maka FKPM pun melakukan perubahan seiring berjalannya waktu dan kondisi saya saat itu.

Melalui segala pertimbangan yang matang, dan atas kesepakatan rekan -rekan yang masih aktif di relawan FKPM kita sepakat untuk merubah nama komunitas kita dari FORUM KOMUNITAS PERJUANGAN MATARAM (FKPM) menjadi LASKAR CAHAYA TIMUR (LCT) yang kemudian diperluas menjadi LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA.(LCT-INDONESIA)

Mengingat hal ini, Kenapa FKPM diganti tentu ada dasar pemikiran yang lebih besar sesuai rencana pencalonannya. Karena untuk periode 2014 adalah untuk mendorong dukungan calon presiden, maka saya sedikit mengenang putra sang fajar yaitu Bung Karno Presiden RI pertama.

Demi kelanjutan perjuangan yang masih banyak tertunda, akibat ulah bangsa sendiri yang haus kekuasaan disaat tahun 1965 – 1967 itu, berakhirnya perjuangan Bung Karno dapat dilanjutkan oleh kepemimpinan Jokowi.

Sebagai bentuk penghargaan kita terhadap sang Proklamator negeri ini yang dilahirkan oleh seorang ibu bernama Ida Ayu Ngurah Rai pada jam setengah enam pagi tanggal 6 juni 1901, maka disebut oleh ibundanya Putra Sang Fajar. Dengan sebab itulah oleh saya FKPM dirubah namanya menjadi LASKAR CAHAYA TIMUR yang diketuai oleh mas Dadang Kartawijaya alias bung Daenk hingga saat ini.

Moment di tanggal 14 Juni 2020 merupakan moment lahirnya  Komunitas ini. Terhitung kini sudah berusia 6 tahun, sudah pasti  menunjukan usia belum terlalu dewasa bagi seorang anak, tetapi bagi sebuah komunitas yang satu ini sudah sangat dewasa dan sudah memiliki sejarah besar. Karena telah ikut andil melahirkan dua hal yang berbeda, yaitu Gubernur dan Presiden di negeri yang kita cintai yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Oleh karenanya, kita jangan pernah berharap apa yang bisa kita dapatkan dari  negara, tetapi lebih kepada apa yang bisa kita sumbangkan kepada negara. Sedangkan apapun kebutuhan yang kita inginkan, harus kita perjuangkan dengan ikhtiar kita, baik untuk keleluarga maupun untuk organisasi atau komunitas kita bersama.

Kini saatnya kita mengenang dan bersyukur, di hari ini 14 Juni 2020 merupakan hari komuintas LCT-Indonesia memasuki usia ke 6 Tahun. Sudah saatnya membangun kekuatan yang mendiri, demi mewujudkan cita-cita kebersamaan kita yang bisa menjadi harapan bersama dan bisa dinikmati bersama pula, Aamiin.

Relawan LCT-INDONESIA saat di Senayan Jakarta

SELAMAT ULANG TAHUN LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA, semoga tetap bisa tampil menjadi penyejuk anak negeri di NKRI yang kita cintai walau presiden berikutnya nanti bukan Jokowi lagi, Sampurasun.

LASKAR CAHAYA TIMUR INDONESIA NKRI