oleh

Peduli Gempa NTB, Dinkes Jatim Libatkan Ratusan Tenaga Kesehatan

SURABAYA, Redaksikota.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur turut membantu korban bencana gempa yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari lalu. Hal ini setelah Pemda setempat memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana gempa Lombok hingga 25 Agustus 2018. Untuk mengetahui kondisi korban secara langsung, Kepala Dinkes Jatim, Dr dr Kohar Hari Santoso mengunjungi langsung lokasi kejadian tersebut, Sabtu (11/8/2018)

“Kami datang ke NTB untuk membantu saudara-saudara kita yang telah tertimpa bencana gempa 7 SR disertai gempa-gempa susulan lainnya yang mengakibatkan banyak bangunan roboh dan menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.

Sebelumnya, kata dr Kohar, tim awal Klaster Kesehatan Jatim telah tiba di lokasi bencana terlebih dahulu (6/8/2018) untuk melakukkan Rapid Health Assesmen (RHA), yaitu pendataan kebutuhan kesehatan yang harus segera dipenuhi di lokasi bencana.

Ia menerangkan bahwa tim klaster kesehatan Jatim yang terdiri dari Dinkes Jatim, BBTKL, KKP, RS dan instansi terkait lainnya yang berangkat terlebih dahulu telah melakukan berbagai pelayanan kesehatan terhadap korban gempa.

“Selain melaksanakan RHA, tim Klaster Kesehatan Jatim juga telah melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan sesuai dengan arahan dari Koordinator Posko Kesehatan Lombok di tempat pelayanan kesehatan baik yang bersifat selter dan mobile,” jelas dr Kohar.

Antara lain di RSUD Provinsi NTB, RS Kota Mataram, RS Tanjung, RS Lombok Barat, RS Bergerak dr Suharso, Pos kesehatan di Kecamatan Senaru, Pos kesehatan di Kecamatan Gangga dan Pelabuhan Bangsal Kecamatan Pamenang.

Dr Kohar menerangkan bahwa kedatangan timnya bersama RS Terapung Ksatria Airlangga ini untuk melanjutkan tugas dari tim kesehatan sebelumnya.

“Kedatangan kami ini melanjutkan tugas dari tim kesehatan sebelumnya. Kami menambah personel dan fasilitas pelayanan kesehatan berupa RS Terapung Ksatria Airlangga,” imbuhnya. Disamping itu, bantuan Dinkes Jatim diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap korban gempa di NTB.

Hingga saat ini, beber dr Kohar, jumlah tenaga kesehatan, tenaga paramedis dan tenaga lainnya yang terlibat sebanyak 121 orang. Terdiri dari dokter spesialis orthopedi, anastesi, bedah umum, bedah saraf, emergency, penyakit dalam, penyakit anak, dokter umum, perawat, psikolog, sanitarian, epidemiolog, surveilans, admin dan tenaga lainnya.

“Kami juga telah melaksanakan koordinasi dengan Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal TNI Benny Susianto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Pusat, Laksamana Muda TNI Willem Rampangilei, serta ikut membantu memasak di dapur umum,” tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan kesehatan Dinkes Jatim, dr Dian Islami, M.Kes, menambahkan bahwa pelayanan kesehatan yang telah dilaksanakan oleh tim kesehatan di RS antara lain, melaksanakan tindakan terutama operasi terhadap pasien patah tulang dan tindakan bedah lainnya yang dirujuk dari fasilitas kesehatan primer dan pos-pos kesehatan.

Menurut dr Dian, hasil kegiatan tim kesehatan Jawa Timur yang bertugas di Rumah Sakit, antara lain melaksanakan 73 kali operasi dalam periode tanggal 6-8 Agustus 2018.

“Tindakan operasi yang dilakukan mulai dari jenis operasi yang ringan maupun yang berat. Selain tindakan operasi, tim medis Jawa Timur juga melaksanakan perawatan/pembersihan luka dan tindakan fiksasi patah tulang tertutup,” ujarnya.

Ia menambahkan, Selain itu klaster Kesehatan Jatim juga mengirimkan bantuan logistik berupa obat-obatan, makanan tambahan MP ASI, tandon air, lysol, kantong mayat, alat kesehatan, serta 6 kontainer yang akan dijadikan Kamar Operasi yang diletakkan di halaman RSUD Provinsi NTB. (*)

Komentar

Jangan Lewatkan