Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Covid19 yang mulai merambah negeri ini pada awal maret 2020 lalu hingga sekarang memang membuat semua sektor terpuruk, dari ekonomi, politik, sosial budaya dan lain-lain. Negara dinilai terlalu lamban menangani ini secara serius.

Ditemui dibilangan senayan Jakarta 12/08/2020 Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute menyatakan keprihatinannya terhadap wabah dahsyat ini, ini pukulan negara terbesar yang dialami saat ini, kita semua merasa prihatin.

Semua sektor tiarap, industri, PHK dimana-mana, dan saya khawatirkan adalah pelaksanaan pilkada 2020 yang terancam batal karena kendala biaya.
Saya yakin negara hari ini sudah tak ada anggaran, sekalipun komisi II sudah ketuk palu.

Lihat saja semua tidak ada yang bergerak secara normal kembali, pariwisata mulai berjalan tapi sedikit khawatir, apalagi jumlah orang yang terkena covid 19 kian hari kian meningkat, anak-anak kita tidak bisa belajar maksimal dalam waktu yang masih tentatif, kantor-kantor masih banyak yang memberlakukan Work From Home, pabrik banyak yang gulung tikar, hutang negara yang terus bertambah, saya rasakan pemerintah tidak serius untuk ini semua. Iskandar menambahkan, jika ini terus dibiarkan, saya yakin anak bangsa ini banyak yang pergi sia-sia, dan negara semakin tak menentu arahnya.

“Sikap pembuat aturan yang melanggar aturan nya sendiri, ini semakin komplit penderitaan negeri ini.”

Ditanya soal bagaimana opsi pemerintah menangani ini, Iskandar menjawab semua kita kembalikan kepada pemerintah, bagaimana cara melindungi rakyatnya, kalau rakyat nya saja sudah tidak bisa dilindungi bagaimana pemerintah bisa melindungi negara ini yang besar dari sabang sampai marauke, harus serius, tak ada new normal dan lain-lain, yang ada adalah close benar-benar dan rakyat kasih kompensasi yang jelas untuk waktu yang ditentukan, pemerintah tidak lakukan itu karena saya yakin negara tak punta uang saat ini.

Kalau serius dan itu dilakukan saya yakin akan ada solusi buat negara dan anak-anak bangsa ini, kata Iskandar menutup wawancara nya