Beranda Kolom Opini Setnov Bebas, Golkar dan Lembaga Peradilan Tercoreng

Setnov Bebas, Golkar dan Lembaga Peradilan Tercoreng

106 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Pengamat politik senior dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai bahwa putusan Hakim tunggal PN Jakarta Selatan, Cepi Iskandar yang akhirnya memenangkan Setya Novanto terlepas dari jeratan status tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus e-KTP tidak membuatnya kaget.

Hal ini dikatakan Karyono, bahwa potensi kemenangan Setya Novanto (Setnov) sudah bisa ditebak sejak awal.

“Keputusan hakim yang mengabulkan sebagian gugatan Ketua Umum Golkar Setnov sudah bisa ditebak. Berita sakitnya Novanto yang menjadi viral di dunia maya memberi sinyal, bahwa Setnov akan bebas dari status tersangka mega korupsi KTP Elektronik dalam sidang pra peradilan,” kata Karyono Wibowo dalam keterangannya yang diterima Redaksikota, Jumat (29/9/2017).

Kemudian itu, soal maraknya Kepala Daerah yang menjadi tangkapan kakap KPK menjadi salah satu analisa masalahnya.

“Sinyal lainnya adalah tertangkapnya sejumlah kepala daerah dari partai Golkar menimbulkan persepsi publik, seolah terjadi barter dengan kasusnya Ketua Umum Golkar tersebut,” imbuhnya.

Hanya saja sebagai catatan tersendiri, bahwa kemenangan Setya Novanto dalam sidang Praperadilan tersebut tidak serta membuat kondisi baik Golkar maupun nama Setnov sendiri semakin baik. Bahkan bisa jadi menjadi berbalik, dimana citra Partai era Orba tersebut bisa tercoreng.

“Namun demikian, dari segi persepsi, bebasnya setya novanto tidak sertamerta membuat citra Golkar pulih. Tapi bisa terjadi sebaliknya, bebasnya Setnov bisa membuat citra Golkar menurun,” nilai Karyono.

Selain itu, setali tiga uang dengan kekhawatirannya pada posisi Golkar sendiri. Karyono memandang justru perspektif negatif publik akan mengarah pada lembaga peradilan di Indonesia. Di mana dalam putusan tersebut bisa dikategorikan sebagai deretan panjang lolosnya para tersangka korupsi dari jeratan hukum.

“Citra lembaga peradilan ikut tercoreng. Pasalnya, kasus setnov ini telah menambah deretan panjang putusan bebasnya sejumlah tersangka korupsi di negeri ini,” pungkasnya.

Potensi Manuver Setnov di Golkar

Selanjutnya, Karyono Wibowo yang merupakan Ketua DPP PA GMNI tersebut pun memiliki pandangan terakit dengan dibatalkannya status tersangka Setnov, dalam sidang Praperadilan di PN Jakarta Selatan tersebut. Semenjak Ketum Partai Golkar itu menyandang status tersangka dari KPK, banyak menuver beberapa kader Golkar yang ingin mendompleng posisi Ketua DPR RI tersebut dari tahtanya di Partai berlambang pohon beringin tersebut.

Situasi ini bisa akan menjadi potensi besar bagi Setnov untuk melakukan serangan balik terhadap para pendomplengnya itu.

“Di sisi lain, putusan pra peradilan yang mencabut status tersangka Setya Novanto bisa membuyarkan skenario sejumlah fungsionaris Golkar yang ingin mendongkel posisi Setnov dari posisi ketua umum. Jika posisi sebelum putusan pra peradilan membuat posisi Setya Novanto terancam, kini posisinya bisa berbalik setelah bebas dari status tersangka. Bisa jadi, Setnov akan memukul balik kelompok yang bermanuver akan menggusurnya dari posisi ketua umum,” kata Karyono.