rizal ramli
Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli. [foto : rmolbengkulu]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Beberapa hari ini kembali ramai di berbagai media sosial tentang video berdurasi 23 detik yang menayangkan potongan pidato Habib Rizieq Shihab (HRS), links: https://twitter.com/rindu_perubahan/status/988684201284190209

“Begitu ada seorang menteri yang punya nasionalisme, semangat kebangsaan, cerdas, rajin, bagus, berani seperti pak Rizal Ramli. Dia protes itu Reklamasi Pantai Jakarta, akhirnya ribut dengan Ahok, Rizal Ramli yang diberhentikan. Ada apa?”

Video tersebut menunjukkan pembelaan HRS terhadap Rizal Ramli, yang menurutnya telah dicopot oleh Presiden Jokowi karena menghentikan reklamasi Pulau G. Meskipun dibuat di tahun 2017, saat menjelang Pilkada DKI Jakarta tahun lalu, video tersebut kini menjadi viral kembali.

Dalam perbincangannya dengan redaksi, Fernando Emas dari lembaga Rumah Politik menyatakan persetujuannya terhadap video HRS tersebut. Menurutnya sebagian publik memang melihat Rizal Ramli (RR) seperti didzolimi oleh Presiden Jokowi.

“Kita tahu sebenarnya posisi menteri koordinator kemaritiman yang ditawarkan Jokowi kan sudah ditolak pak RR. Tapi ceritanya kan Pak Jokowi keukeuh harus pak RR yang jadi, tentu dengan berbagai alasannya lah. Pintar itu Pak Jokowi merayu,” kata Fernando hari ini.

Fernando, yang juga pengajar di Universitas 17 Agustus (UNTAG) Jakarta, menyatakan bahwa, Rizal Ramli kepakarannya sebagai makro-ekonomis. Jadi pos jabatan yang lebih pas seharusnya adalah Menteri Koordinator Perekonomian atau Gubernur Bank Indonesia, bukan Menteri Koordinator Kemaritiman yang hanya urusi sektor tertentu di luar sektor moneter dan fiskal.

“Kan, kasihan Pak RR disuruh belajar sektor maritim, yang sama sekali baru baginya, dengan cepat. Di tengah serangan pengpeng (pengusaha-penguasa) yang gerogoti Revolusi Mental, RR juga terus melawan karena teguh prinsip. Untung saja, meskipun sektor maritim sama sekali baru baginya, kinerjanya sebagai Menko Kemaritiman lumayan bagus. Kita dengar dalam 11 bulan menjabat, lahir 20 terobosan dari Pak RR. Tapi itu pun, sudah bagus, akhirnya masih juga dicopot Pak Jokowi,” sesal Fernando Emas

Miris, malam saat direshuffle (27/7/2016) lalu, Rizal sedang tampil bicara di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne dengan tema Reklamasi. Ia berpidato berapi-api membela nelayan Teluk Jakarta dan warga DKI Jakarta, melawan kesewenangan pengembang Reklamasi. Di tengah-tengah acara, Rizal izin pamit dari acara kepada host Karni Ilyas,

“Karena dipanggil ke Istana oleh Presiden. Ternyata dipanggil itu untuk direshuffle, tanpa alasan yang jelas pula dari Presiden,” kenang salah seorang staf Rizal Ramli saat di Kemenko Kemaritiman, kepada redaksi.

Seperti diketahui, pada pagi 28 Juli 2016, Rizal Ramli bersama sejumlah orang termasuk Anies Baswedan yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan Sudirman Said yang tengah berjuang menjadi Gubernur Jawa Tengah dicopot pada Reshuffle Jilid Ke-2 pada 27 Juli 2016. Rizal Ramli sendiri bulan lalu telah mendeklarasikan diri sebagai penantang Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019. (mas)