Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Perubahan tidak bisa dipungkiri, setiap masa ada manusianya dan setiap manusia ada masanya, maka pola yang dipakai tidak mungkin akan sama melulu. Masalah yang berbeda pasti solusinya pun berbeda, sikap setiap generasi pun akan berbeda.

Perubahan generasi ke generasi, yang kita tahu ada generasi Baby Boomer (1946-1964), generasi selanjutnya yaitu generasi X (1965- 1976), lalu generasi millennial (1977-1995), selanjutnya ada generasi z (1996-2010), dan yang masih proses
penelitian adalah generasi Alfa. (https://tirto.id/dari-generasi-ke-generasi-ctMX)

Setiap generasi memiliki sikap dan pola hidup yang berbeda, karena terpengaruh dari perkembangan zaman.

Pembinaan kader di HMI

Himpunan Mahasiswa Islam merupakan organisasi Mahasiswa Islam tertua dan terbesar di Indonesia, sudah 71 tahun himpunan ini membina generasi. Tujuan awal HMI berbeda dengan tujuan HMI sekarang.

Adapun tujuan organisasi HMI secara periodik mengalami perubahan adalah sebagai berikut :

Pada tahun 1947

  • Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia
  • Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam

Pada tahun 1955

  • Ikut mengusahakan terbentuknya manusia akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam

Pada tahun 1966

  • Membina Insan Akademis Pencipta dan Pengabdi yang bernafaskan Islam menuju terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT

Pada tahun 1969

  • Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT

Tujuan organisasi HMI pada saat ini seperti yang dirumuskan dalam pasal 4 anggaran dasar HMI adalah hasil perubahan tujuan organisasi yang terjadi pada tahun 1969. Meskipun tujuan organisasi HMI mengalami beberapa perubahan, namun misi HMI tetap berada di atas tiga komitmen yang merupakan wilayah gerakannya, yaitu ke-Islaman, kemahasiswaan dan kebangsaan.

Inti dari pada tujuan HMI yaitu pembinaan atau bisa dikatakan dengan mendidik generasi bangsa yang subjeknya adalah Mahasiswa.

HMI memiliki rumusan perkaderan, yaitu kualitas insan cita. Sudah tercatat dalam pedoman perkaderan HMI, tinggal bagaimana setiap kader bisa memiliki kualitas tersebut dengan prinsip yang baik dan tidak bertentangan dengan pedoman perkaderan yang ada di HMI.

Jika di analisis, kader-kader aktif HMI yang terus merasakan perkaderan yang ada di HMI adalah generasi Millenial, dan kebanyakan kader yang baru masuk ke pintu gerbang HMI (Basic Training) ataupun Mahasiswa yang merasakan proses pra perkaderan HMI adalah generasi Z. Sikap Generasi Millenial dan Generasi Z tidak memiliki perbedaan yang signifikan, namun ada beberapa hal, yaitu sikap saling berbagi dan menerima perubahan zaman, itulah sikap yang menjadi pembeda antara generasi Z dengan generasi Millenial.

Kegiatan-Kegiatan HMI dari struktur Komisariat sampai Pengurus Besar terus berjalan, kegiatan diskusi rutin, menanggapi isu-isu kontemporer, dan lain sebagainya. Namun ada hal menarik yaitu sikap yang dimiliki generasi Z adalah (identitas) dari penerimaan perubahan zaman, dari sikap identitas itu sangat berpengaruh terhadap soft skill yang dimiliki dari setiap individu.

HMI memiliki LPP (Lembaga Pengemangan Profesi), yang notabene zona perkaderannya berfokus pada pengembangan soft skill. Maka zona perkaderan tersebut adalah peluang di HMI. Namun Perkaderan berawalan dari tingkat komisariat, maka setiap komisariat memiliki inovasi dalam menjalankan program perkaderan. Perkaderan yang lebih mengembangkan keprofesian atau soft skill.

Dengan mengadakan pelatihan keprofesian, atau bisa juga memfasilitasi kader untuk bisa aktif di lembaga pengembangan profesi, atau memang membuat rumusan baru dengan cara membuat komunitas-komunitas yang bersifat keprofesian. Cara apapun baik asal memiliki tujuan yang baik, karena banyak cara menuju Roma.

Banyak organisasi kerelawanan yang diminati oleh pemuda-pemuda sekarang atau generasi Z. karena karakter saling berbagi itu menjadi peluang organisasi kerelawanan, di HMI banyak komisariat, cabang ataupun LPP yang membuat inovasi tersebut. namun harus terus digalakan. Karena sikap saling berbagi ini bukan hanya untuk kepada satu elemen, namun ada di setiap elemen, jadi harus saling menguatkan bukan saling menjatuhkan, boleh kritis terhadap hal demikian, tidak salah memberikan kritikan, namun itu hanyalah cara agar satu elemen di anggap paling baik. Maka proses seperti saling berbagi harus digalakan.

Membina Insan pembaharu tidak sulit jika setiap kader terus berikhtiar mencapai kepada Kualitas Insan Cita yang sudah di rumuskan oleh tokoh-tokoh HMI. Maka dari itu cita-cita tersebut harus bisa direalisasikan bersama. Karena kehidupan akan
terus berjalan.

Jika lambat tertinggal, jika malas tertindas dan jika berhenti mati. Maka harus cepat, rajin dan terus bergerak.