Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Fenomena calon presiden alternativ di luar petahana dan oposisi pun bermunculan, darah segar perpolitikan indonesia menjelang 2019 pun semakin mengalir deras baik dari kalangan sipil maupun kalangan militer bersaing untuk meraih simpati rakyat. Namun terdapat beberapa tokoh yang memang nama nya cukuo santer sejak lama sebelum tahun politik 2018-2019 bergulir. Salah satu tokoh yang santer di sorot publik adalah Jendral TNI Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI era presiden Jokowi.

Jendral TNI Gatot Nurmantyo, mencuat ke publik karena kebijakan kebijakan di tubuh TNI yang sangat familiar bagi rakyat, di tangan nya Jenderal kelahiran Tegal ini TNI berwujud lebih humanis dan merakyat, dengan slogannya TNI BERSAMA RAKYAT. Selain itu Jenderal ini sangat dekat dengan kalangan ulama dan santri, terlihat dari sikap dan ucapan-ucapannya saat aksi bela islam 212 yang lebih akomodatif terhadap umat islam yang saat itu resah atas penistaan agama, UMAT MUSLIM ADALAH BENTENG TERAKHIR NKRI, sebuah perkataan simbolistik mensiratkan dukungan moril terhadap aksi bela islam 212 desember 2016 lalu.

Rekam jejak ini lah yang tertanam di sebagian umat islam khususnya dan bangsa indonesia pada umumnya, melalui sikap yang akomodatif Jenderal bintang empat ini aksi aksi umat islam pun berjalan damai tanpa anarkis. Sikap kenegarawanan pun di tunjukan Jenderal Gatot dengan mengajak semua pihak untuk bersatu di dalam Rumah NKRI dan mempertahankan kebhinekatunggalikaan.

Berkaitan hal tersebut Pada tanggal 11 maret 2018 bertepatan peringatan Supersemar telah berkumpul sejumlah aktivis veteran Aksi Bela Islam 212 di Cianjur jawa barat membuat kelompok Relawan bernama “MILITAN GN” dan menyatakan siap dukungan nya kepada JENDERAL TNI GATOT NURMANTYO sebagai Capres 2019.

Irfani R Djojosoediro aktivis aksi bela islam 212, nakhoda MILITAN GN menyebutkan bahwa terbentuknya MILITAN GN ini adalah inisiatif irfan dan kawan kawannya yang dahulu pernah ikut bergerak pada aksi bela islam 212 lalu, sebagai rasa simpati nya kepada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang telah akomodatif terhadap umat islan pada khususnya. Sebagai aktifis kebangsaan irfan juga mengatakan bahwa Jenderal TNI Gatot juga berhasil mewujudkan sikap kenegarawanannya dengat tetap mengutamakan kebhinekatunggalikaan.

“Dia antara semua tokoh bangsa yang kini bermunculan Jenderal TNI Gatot cukup tepat memimpin bangsa indonesia dan umat islam di kemudian hari, imbuh irfan.

Selain itu irfan juga mengklaim bahwa terbentuknya MILITAN GN ini adalah inisiatif nya dia dengan kawan-kawan pergerakan, dan belum sama sekali bertemu atau bertatap muka dengan JENDRAL KELAHIRAN TEGAL ITU. Irfan menyatakan Militan GN ini terdiri dari berbagai macam latar belakang kelompom pergerakan, baik kelompok pergerakan islam, kelompok Jawara, kelompok pergerakan kebangsaan, kelompok masyarakat adat dan lain sebagainya.

“InsyaAllah siap mendeklarasikan kelompok MILITAN GN setelah menunggu masa pensiun nya Bapak Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada april mendatang” lanjut irfan.