AM Hendropriyono
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono. [foto : Nisfi/Redaksikota]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia, AM Hendropriyono mengusulkan agar masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden cukup satu kali saja. Namun, tahun kepemimpinan diperpanjang menjadi delapan tahun.

Dengan masa jabatan satu kali ini, pemilu presiden cukup digelar sekali dalam delapan tahun.

“Jadi kita menyarankan agar Presiden dan Wakil Presiden itu sekali saja, pemilihan satu kali pemilu, delapan tahun lamanya baru turun,” kata Hendro dalam acara temu kader di Gedung Wijayakusuma, Jakarta Timur, Minggu 21 Januari 2018 malam.

Usulan ini disampaikan dengan maksud agar pemimpin negara bisa fokus memajukan bangsa. Dia ingin presiden dan wakilnya tidak terganggu dengan masa kampanye atau kehadiran penantang.

“Jadi tidak ada lagi petahana, penantang buat lima tahun (kedua), itu buang waktu. (Delapan tahun) lebih efisien, mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak terus-terusan main duit di pilkada, pilpres, pileg,” papar Hendro.

Hendro menitipkan usulan ini kepada para kader PKPI yang mendaftar menjadi bakal calon legislatif di Pemilu 2019. Dia berharap, kader PKPI yang terpilih nanti, bisa mendorong usulan mantan Kepala BIN ini di Parlemen.

“Jadi saya harap para bakal calon bisa berjuang bersama untuk mengegolkan presiden punya term dalam memerintah ini,” ucap Hendro. (*)