t
Beranda Kolom Opini Polisi Harus Bertindak Tegas dalam Proses Hukum Habib Rizieq yang Menistakan Pancasila

Polisi Harus Bertindak Tegas dalam Proses Hukum Habib Rizieq yang Menistakan Pancasila

Opini pribadi eks aktivis 98, Dewi Tanjung.

WIB
97 views
| Estimasi Baca: 3 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Upaya desakralisasi dan penistaan Pancasila sebagai Dasar Negara nyata-nyata dilakukan oleh Habib Rizieq dalam Tesis yang di ajukannya guna memenuhi gelar sarjana Syariah Bahagia II di Jurusan Fiqh dan Usul, Akademi pengajian islam, Universitas Malaya Kuala lumpur.

Rizieq berusaha membongkar nilai-nilai dari kelima Sila Pancasila yang kita kenal sebagai Dasar Negara Indonesia. Satu persatu ia mempreteli dengan mendasarkan argumentasinya pada keyakinan bahwa Pancasila hanyalah semata Rekayasa politik Para penguasa dari masa ke masa.

Yang di maksud Para Penguasa yang di maksud tak lain adalah “Founding Fathers” Indonesia sendiri salah satunya Bapak Proklamator, Ir Soekarno. Rizieq menilai bahwa Pancasila hanya dijadikan sebagai alat Politik untuk mempertahankan kekuasaan.

Bagi Rizieq, Pancasila Asli adalah Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Sedangkan Pancasila yang kita kenal saat ini dianggap Rizieq “Tidak Tulen”, bahkan penuh rekayasa dan permainan politik dan hanya penyelewengan dari kesepakatan Founding Fathers negara indonesia, sekaligus merupakan pengkhianatan terhadap konsensus nasional.

Karena itu menurut Rizieq, dalam Tesisnya Pancasila dan UUD 1945 sebagai Dasar negara tidak sakral ataupun keramat. Dan setiap saat boleh diganti ataupun dirubah tergantung kepada kemauan dan keinginan rakyat.

Sudah sangat jelas sekali kita melihat bahwa Rizieq ingin sekali mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan mengatasnamakan rakyat Indonesia dan Rizieq berlindung di balik nama Agama. Maka tidak heran kita berkali-kali melihat Rizieq dengan seenaknya dan berani menghina pancasila dengan sebutan “Pancagila dan Pancasila ditaruh di pantat China dan ketuhanan Soekarno ditaruh di pantat”. Hal ini terekam dalam salah satu isi ceramah Rizieq di saat acara keagamaan yang dilakukannya.

Rizieq bisa dikategorikan adalah salah satu contoh pengkhianat kepada dasar negara dan berusaha merubah dasar negara sesuai yang dia mau. Sebagai anak bangsa tentu kita semua terpanggil untuk merasa prihatin betapa sejak dulu hingga kini masih saja ada orang-orang “by design” kiriman kepentingan asing yang ingin menghancurkan Indonesia seperti apa yang dilakukan seorang habib Rizieq terhadap Dasar Negara kita.

Polisi dan pemerintah harus menyikapi dengan sangat serius perbuatan atas apa yang dilakukan oleh habib Rizieq dan FPI, karena sudah termasuk kedalam bentuk merongrong kewibawaan bangsa dan Dasar negara Indonesia.

Selama ini, Rizieq berlindung di balik atas Rakyat dan Agama Islam demi memenuhi kepentingan politik yang saat ini tengah dibangunnya. Habib Rizieq tidak memahami makna Pancasila yang sebenarnya dan tidak bisa memahami dengan pemikiran seorang Soekarno saat merumuskan Pancasila.

Sebagai seorang Arsitek, tentu Ir. Soekarno akan menggambar desain bangunan dengan menempatkan atap paling atas kemudian tembok dan terakhir baru pondasinya sebagai dasar kokoh sebuah bangunan. Begitu pula saat Soekarno dalam memikirkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Berikut kutipan subtansi pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 :

Selama 3 hari berturut- turut sudah banyak yang berpidato
Di sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 tetapi yang diutarakan bukan yang diperlukan BPUPKI yaitu Dasar Negara.

Apa artinya Kemerdekaan..?
Kemerdekaan merupakan suatu kemandirian politik dan berbangsa. Di dalam Indonesia Merdeka, barulah kita memerdekakan rakyat kita satu persatu.

Di dalam Indonesia merdeka kita sehatkan dan sejahterakan rakyat kita.
Kalau kita sudah membicarakan tentang merdeka maka kita akan membicarakan tentang dasar (Philosophische groundslag), Weltanschaung (Dasar Negara).
Contoh :
Hitler mendirikan Jerman di atas National Sozialtische Weltanschaung.
Lenin mendirikan Soviet dengan Marxiatische.
Ibnu yaitu Islam Saud mendirikan Saudi Arabian atas dasar agama.

Berikut isi 5 Asas pula yang dinamakan Pancasila 1 Juni 1945 yang di bacakan oleh Soekarno pada sidang BPUPKI

1. Kebangsaan Indonesia.
2. Internasionalisme dan perikemanusiaan.
3. Mufakat atau Demokrasi.
4. Kesejahteraan sosial.
5. Ketuhanan yang berkebudayaan.

Kelima Asas Pancasila tersebut menurut Soekarno bilamana di perlukan dapat di Peras menjadi “TRISILA atau 3 Sila yaitu :
1. Sosionalisme.
2. Sosiodemokrasi.
3. Ketuhanan dan kebudayaan.

Bahkan menurut bung Karno, Trisila tersebut dapat di Peras kembali disebut Ekasila yaitu merupakan Sila Gotong Royong.

Merupakan usaha Soekarno dalam menjelaskan bahwa konsep tersebut adalah dalam satu kesatuan. Selanjutnya 5 Sila tersebut kini menjadi PANCASILA yang seperti kita tahu saat ini.

Dan saya sangat berharap pihak kepolisian bersikap tegas dalam memproses hukum Habib Rizieq dalam kasus penistaan Pancasila. Dan apabila terbukti Rizieq telah melakukan Penistaan Pancasila dan berniat ingin mengganti Dasar negara indonesia seperti yang di tulis dalam tesisnya. Maka Pemerintah indonesia perlu ikut mengambil sikap dengan Mencabut Hak Warganegara dan politik Habib Rizieq.

Hal ini sebagai efek jera sehingga menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang menghina Lambang Negara dan ingin merubah Dasar negara Indonesia.

SALAM PERSATUAN KESATUAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

Penulis,

Dewi Tanjung.
(16 januari 2017)