Beranda Kolom Opini Kenapa Habis Nyoblos Jari Harus Ungu?

Kenapa Habis Nyoblos Jari Harus Ungu?

909 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Oleh : Pituah Hapedrik

Setiap hari pemungutan suara berlangsung, netizen biasanya rajin mengunggah foto mereka lengkap dengan jari yang berbekas noda tinta warna ungu. Cara tersebut sering dilakukan publik untuk mengekspresikan bahwa mereka baru saja menyampaikan hak suaranya dalam pemilihan umum.

Namun sayangnya, tak jarang juga banyak publik yang cukup gemas dengan warga tinta ungu di jari mereka yang sulit sekali hilang dan terhapus meskipun sudah digosok menggunakan sabun.

Lantas apa yang sebenarnya menjadi alasan mengapa usai menyalurkan hak suaranya, masyarakat harus menyelupkan jari mereka ke tinta yang juga sulit sekali terhapus. Eits, jangan jengkel dulu, ternyata ada alasannya mengapa hal itu dilakukan.

1. Keamanan

Anda pasti tahu salah satu tingkat keamanan dalam proses pemungutan suara adalah dengan verifikasi fisik yakni dengan bukti jari Anda terdapat bekas tinta warna ungu. Kondisi ini tentunya untuk kebutuhan keamanan agar tidak ada kecurangan seperti satu DPT (daftar pemilih tetap) memilih lebih dari satu kali.

Selain itu, tinta yang digunakan juga harus yang terbuat dari ‘Silver Nitrate’. Bahan kimia inilah yang membuat tinta bisa bertahan hingga minimal 1 hari. Sebagai tambahan, kalau di Indonesia, tinta harus mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tidak mengganggu syarat sah ibadah umat Islam.

2. Berasal dari tradisi pemilu India

Tahu gak sih kenapa harus pakai celup tinta. Ternyata jawabannya ada pada sejarah pemilu yang digelar di India. Dimana dalam pemilu pertama di negara tersebut pada tahun 1962, penyelenggara pemilu menggunakan tinta sebagai alat keamanan agar pemilih tidak melakukan pencoblosan ulang, pencurian identitas atau hal-hal yang mengarah pada kecurangan pemilu.

Kemudian dalam penggunaan tinta, India juga menggunakan tinta khusus dan saat itu hanya dibuat oleh perusahaan Mysore Paints and Varnishes Ltd. Dari perusahaan itulah, India akhirnya mengekspor tinta khusus pemilu yang metode keamananya diadopsi oleh negara-negara lain, seperti Britania Raya dan beberapa negara di Asia Tenggara termasuk di Indonesia.

Penggunaan tinta ungu di pemilu di Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1955 dimana pemilu pertama kali itu dilangsungkan.

Sama seperti sekarang, rakyat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memilih pemimpin mereka. Namun, pada orde baru pemilihan ini seolah hanyalah sebuah formalitas.

Namun saat Indonesia sudah lepas dari periode orde baru pemilu semakin terasa, karena masyarakat benar-benar ingin merasakan sensasi memilih secara demokrasi, maka cara ini dipakai untuk menunjukkan sebuah pemilihan yang benar-benar bersih.