Basuki Tjahaja Purnama, Ahok
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Ahok. [foto : istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Direktur eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih menempati peringkat tinggi. Bahkan berdasarkan hasil survei yang dirilisnya, Ahok masih layak masuk bursa calon Wapres dampingi Jokowi di 2019 mendatang.

“Ahok, meskipun masi di penjara, tapi (elektabilitas) nomor satu,” kata Burhanuddin di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017).

Elektabilitas yang masih cukup tinggi ini dikatakan Burhan tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai pemimpin DKI Jakarta, baik sebagai Wakil Gubernur mendampingi Jokowi, maupun sebagai Gubernur saat Jokowi menjadi Presiden tahun 2014 lalu itu.

Dalam survei yang dirilis, Burhan mengatakan jika pihaknya menentukan nama-nama besar tokoh di Indonesia saat ini. Seluruh koresponden ditanyakan seberapa besar tingkat elektabilitas para tokoh atau nama yang diajukan dianggap mereka paling mendekati pas untuk menjadi calon Wakil Presiden.

Ada beberapa nama, diantaranya adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Ternyata dari nama-nama tersebut, elektabilitas Ahok ternyata yang paling tinggi dengan sekor 17 persen. Kemudian disusul oleh Jenderal Gatot sebesar 14 persen.

Selanjutnya disusul oleh Ridwan Kamil (11 persen), Sri Mulyani (9 persen), Tri Rismaharini (8 persen), Tito Karnavian (6 persen), Puan Maharani (2 persen), dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (1 persen).

Survei ini menggunakan multistage random sampling dengan 1.220 responden di seluruh wilayah Indonesia.

Margin of error kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.