Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SURABAYA, Redaksikota.com-Seketaris umum Badan Koordinasi HMI Jawa Timur, Ahmad Hanafi terkait Pilgub Jatim 2018, demi mewujudkan adanya pemimpn yang baik mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya saat dan menjaga Pilgub dalam suasana damai. Hal tersebut disampaikan Hanafi, Rabu (11/4/2018)

Menurutnya, pilkada adalah bahasa lain dari suara rakyat di daerah, dimana rakyat diberikan kebebasan untuk memilih Kepala Daerah yang dianggap tepat untuk menjadi pemimpin yang memiliki kepampuan membangun dan memajukan daerahnya, akan tetapi besarnya biaya yang dikeluarkan berbanding terbalik dengan rendahnya partisipasi masyarakat.

Menilik Pilkada DKI Jakarta yang lalu, jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya (Golput) mencapai 22,9.%. Sebuah angka ironi bagi sejarah demokrasi di negara ini. Faktor yang memengaruhi citra buruk belakangan marak dalam penyelenggaraan Pilkada yaitu beberapa isu klasik seperti isu SARA, etnis dan masih adanya praktek money politik. “Golput bukan pilihan yang diharapkan dalam pesta demokrasi, mengingat pentingnya memilih pimpinan daerah yang benar – benar diterima oleh lapisan masyarakat” ungkapnya.

Sekum Badko HMI Jawa Timur ini, juga menyampaikan merupakan tugas kita semua untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat, memberikan pelajaran bahwa Pilkada adalah ajang menyalurkan, memberikan suara guna menentukan pemimpin masa depan suatu daerah yang tidak berdasarkan karena golongan, agama dan etnisitas, melainkan memilih karena kejelasan visi dan misi masing-masing paslon, serta memilih pemimpin visioner yang ingin bersinergi dalam memajukan masyarakat dengan penuh tanggung jawab.

Hanafi menegaskan bahwa perbedaan suku, ras dan agama tidak dijadikan suatu cara untuk memecah belah atau meraup keuntungan salah satu paslon. “Mengingat hal tersebut merupakan isu yang sangat senter belakangan ini, namun sebaliknya multicultural etnic nasionalism bisa dilakukan dengan sikap jiwa Pancasilais dengan merawat perbedaan sebagai modal untuk mentransformasikan perilaku berpolitik dan berdemokrasi” Jelas Hanafi.

Menurutnya sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan pilkada khususnya Pilgub Jatim 2018 mendatang yang aman dan damai serta bermartabat, guna memberikan kenyamanan dan daya tarik kepada para pemilik hak pilih. KPU, Bawaslu, Tokoh Agama, Tokok Masyarakat serta para Paslon sekaligus tim sukses dalam hal ini sebagai pelaksana yang akan melahirkan pilkada damai tersebut, yang artinya gelaran yang memuat prinsip pelaksanaan pemilu, seperti yang dikenal dalam azas pemilu yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “Tidak kalah pentingnya adalah pelaksanaan pemilihan yang bermartabat, memuat tentang pendidikan politik yang penuh dengan nilai-nilai kerukunan” Tandas Hanafi.