t
Beranda Kolom Mahasiswa Magister Manajemen Bencana Universitas Airlangga, Warsito : Tingkatkan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana...

Mahasiswa Magister Manajemen Bencana Universitas Airlangga, Warsito : Tingkatkan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Melalui Efektifitas Komunikasi Dan Sistem Informasi

WIB
136 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SURABAYA, Redaksikota.com-Tidak dapat dipungkiri, Indonesia adalah negara paling rawan terhadap bencana alam menurut United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR). Serangkaian bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, secara global menjadikan Indonesia sebagai supermarket bencana di dunia. Semenjak berdiri hingga mencapai zaman modern masa kini, Indonesia telah mengalami semua jenis bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga kekeringan. Selain bencana alam, bencana kecelakaan juga akrab di negeri ini. Pesawat jatuh, kapal tenggelam, tabrakan kereta api, kecelakaan konstruksi, ledakan bahan kimia, kecelakaan lalulintas hingga kebakaran menjadi bagian yang kerap mengancam masyarakat Indonesia dalam melalui hari-harinya.

Negara sebenarnya sudah cukup tanggap dalam penanganan bencana. Saat ini ada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Terlepas dari berbagai jenis bencana yang terjadi, pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Salah satu persiapan mendasar dalam menghadapi bencana ialah meningkatkan komunikasi bencana serta memperluas jaringan sistem informasi terkait kebencanaan. Sebuah jalur informasi yang efisien dan sistematis sangat diperlukan pada proses penanggulangan bencana. Informasi – informasi penting terkait kebencanaan perlu di komunikasikan sejak dini pada tahap preparedness  Mengkomunikasikan suatu informasi tentang bencana yang berharga kepada publik merupakan hal yang utama dalam “risk management”. Masyarakat publik perlu tahu tentang bahaya dan resiko yang akan mereka hadapi, sehingga mereka bisa melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan bila terjadi suatu bencana. Tanpa pengetahuan yang cukup, masyarakat sulit untuk melakukan persiapan-persiapan tersebut.

Sistem komunikasi dan informasi menjadi penting dalam siklus manajemen bencana, terutama agar masyarakat lebih siap dalam merespon bencana di masa yang akan datang. Pengelolaan sistem komunikasi dan informasi yang efektif tentunya sangat dibutuhkan dalam usaha penanganan bencana. Sistem komunikasi dan informasi yang ada sedapat mungkin harus terkoordinasi dengan cepat, tepat dan akurat serta dapat diakes dengan mudah bagi siapa saja yang membutuhkannya. Karena pada dasarnya kesimpangsiuran informasi dapat menjadi salah satu penghambat keberhasilan dalam penanggulangan bencana, baik saat preparedness, emergency, recovery ataupun saat rehabilitasi. Oleh karena itu, dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang efektif antar lintas sektor, diharapkan penanggulangan bencana dapat terkoordinasi dengan baik.