Keseimbangan Ummat Berjalan di Masjid Al Isra Tanjung Duren

Keseimbangan Ummat Berjalan di Masjid Al Isra Tanjung Duren

BERBAGI
Masjid Al Isra
Masjid Raya Al Isra

Redaksikota – Masjid adalah tempat ibadah umat Islam yang memiliki begitu banyak keistimewaan, banyak kegiatan keummatan bukan hanya untuk aktivitas spiritual saja, bahkan kegiatan keummatan lain seperti sosial dan ekonomi juga bisa berlangsung.

Salah satunya adalah Masjid Al Isra yang berada di Jl Tanjung Duren Raya Nomor 1, RT 7/ RW 5, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Menurut Manajer Yayasan Pendidikan dan Pembangunan Al-Isra, Ust. Ikhwanudin LC mengatakan bahwa di dalam yayasannya itu bergerak beberapa kegiatan keummat seperti aktivitas rutin pengajian dan perekonomian.

“Alhamdulillah, di sini sudah ada kegiatan ekonomi seperti agen air minum kemasan suli 5, tadinya punya wacana bikin koperasi tapi saat ini sedang mengurus perizinan. Yang mana koperasi ini nantinya dihimpun dan dikelola oleh jamaah atas seizin dan sepengatuhan pengurus,” kata Ust Ikhwanuddin ketika ditemui di kantornya oleh Redaksikota, Jumat (13/4/2018).

Selain aktivitas bisnis, Yayasan Pendidikan dan Pembangunan Al Isra juga mengelola lembaga pendidikan formal mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Siswa SD ada sekitar 100 orang, SMP sekitar 300 orang. Ada juga TK tapi dikelola oleh Aisiyah,” terangnya.

Pengelolaan oleh Ketua Yayasan

Dalam sejarahnya, Ikhwanuddin mengatakan bahwa tanah yang dibangunkan masjid tersebut bukanlah tanah wakaf seperti yang lumrah terjadi pada masjid-masjid yang ada. Namun pengelolaanya dalam bentuk aset yang digarap oleh Ketua Yayasan. Sementara basis yang berkembang di Masjid tersebut adalah warga Muhammadiyah.

“Ini dulu berdiri sekitar tahun 1970, nah waktu itu ini memang masih bentuk Yayasan. Kemudian tahuan 2000-an diserahkan kepada Muhammadiyah. Kalau di Muhammadiyah bukan wakaf tapi aset. Kalau wakaf itu dikelola sepenuhnya oleh Muhammdiyah gitu, tapi kalau aset, dikelola oleh pengelolanya,” kata Ikhwanuddin mengisahkan.

“Karena waktu itu yang membesarkan dan banyak berkiprah adalah orang Muhammadiyah sehingga wajar jika menjadi aset, tapi untuk sekolah disini ada SD dan SMP yang masih satu lahan dengan kita,” tambahnya.

Penuh kegiatan keagamaan

Seperti pada umumnya masjid-masjid yang ada di Indonesia, Masjid Al Isra juga memiliki segudang kegiatan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi seluruh umat Islam. Salah satunya adalah kajian setiap usai shalat Maghrib di Masjid tersebut. Bahkan ia mengatakan di lahan seluas 35×700 meter tersebut, jamaah sangat antusiasi dengan setiap kegiatan yang mereka gelar.

“Kita sebetulnya ada kegiatan yang sifatya itu harian, kemudian bulanan, kemudian juga sifatnya tahunan, dan juga even-even tertentu. Seperti harian, kita sudah menyelenggarakan kajian setiap ba’da maghrib, hampir tiap malam, tinggal malam Ahad yang masih kosong,” terang Ust Ikhwanuddin.

“Kegiatan bulanan, kita namakan Majelis Dhuha, di dalam majelis Dhuha itu disamping ada tausyiah, dan ustadz-ustadz yang kita undang adalah ustadz yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Tapi memang yang pailng penting itu adalah keilmuannya,” tambahnya.

Ikhwanuddin pun menyebutkan beberapa nama besar yang pernah mengisi tausiyah di masjid tersebut diantaranya adalah mantan ketua umum PP Muhammadiyah sekaligus mantan Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Din Syamsuddin. Ada juga Irena Handono dan beberapa tokoh lainnya.

“Yang sudah pernah mengisi disini itu seperti Ustadz Bahtiar Natsir, Irene Handono, dan Insya Allah akhir April ini akan ada Ust Din Syamsudin,” kata Ikhwanuddin.

Majelis Dhuha tersebut kata Ikhwanuddin sudah berlangsung sejak tahun 2015 silam. Namun antusias jamaah dan umat Islam sudah sangat luas. Tidak hanya dari dalam Jakarta saja melainkan sampai ada jamaah daru luar kota yang sampai mau datang ke Masjid Al Isra untuk bersilaturrahmi dan mengikuti kegiatan yang digelar di sana.

“Majelis Dhuha ini dirintis sejak akhir 2015. Peserta yang hadir dari berbagai tempat, karena sifatnya umum. Memang yang kita undang ini majelis taklim yang ada di Tanjung Duren, bahkan pernah juga dihadiri dari luar daerah, dari Tangerang, Kudus, Bontang, tergantung dari pematerinya. Istilahnya kegiatan itu terbuka untuk umum. Disamping untuk mengenalkan masjid, dan kegiatan kepada masyarakat,” tandasnya.

Kegiatan kepemudaan

Dari berbagai kegiatan yang ada di Masjid Al Isra, ternyata ada yang menarik juga yakni kegiatan yang digarap oleh komunitas bernama JAMESRA (Jamaah Masjid Raya Al Isra). Beberapa kegiatan yang juga ditangani oleh mereka adalah kajian kitab-kitab kuning seperti Kitab Bulughul Marom, kitab-kitab Fiqih, Aqidah Akhlak Tohawiyah, Siroh Rohiqul Makhtum syekh Mubarokfury dan lain sebagainya.

Dan tak kalah menarik lagi adalah kegiatan-kegiatan positif yang dikhususkan untuk para pemuda yang tengah menjalani masa hijrah mereka. Berbagai kegiatan yang menarik dan menyenangkan terus digelar oleh pengurus Masjid Al Isra agar para jamaah lebih mudah dan cepat mengenali Islam lebih mendalam.

“Biasanya yang baru hijrah itu membutuhkan penyegaran-penyegaran, nanti selanjutnya akan ada kegiatan materi lanjutan. Mengantarkan mereka memahami Islam itu dengan senang dulu,” terangnya.

Kajian Bulan Ramadhan

Disampaikan Ikhwanuddin, rencana sepanjang bulang Ramadhan 2018 nanti, pihaknta akan mengangkat kajian-kajian yang lebih mendalam. Salah satu kitab yang rencanananya akan dibahas dalam kajian Ramadhan adalah kitab karya Imam Al Ghazali.

“Rencananya bulan Ramadhan ini kita akan mengkaji kitab Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah. Dari dewan dakwah tahun ini bersedia untuk mengisi disini,” tuturnya. (red/ibn/hs)