Beranda Khazanah Ketua PBNU: Hoax Ada Sejak Nabi Adam Sampai Kiamat

Ketua PBNU: Hoax Ada Sejak Nabi Adam Sampai Kiamat

Abdul Manan Ghani
Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani. [foto : Redaksikota.com]

Redaksikota – Salah satu ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Manan Ghani mengatakan bahwa hoax tidak akan pernah habis sampai kiamat. Hal ini lantaran hoax memang sudah ada sejak Nabi Adam dan akan tetap berlangsung sampai akhir zaman nanti.

“Hoax itu sudah ada sejak Nabi Adam, karena Nabi Adam diturunkan ke bumi karena hoax dari Iblis. Ini buah quldi untuk menjadikan kamu abadi di surga, nyatanya (usai makan buah quldi) dia malah diturunkan ke dunia. Dan iblis sejak awal diperbolehkan bikin hoax,” kata Kiyai Abdul Manan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018).

Ia mengatakan hoax akan terus ditebarkan Iblis demi menyesatkan umat manusia sehingga salah dalam bertindak dan bersikap dan membuat mereka terbelenggu dengan dosa. Dengan analogi inilah ia mengatakan bahwa hoax atau berita bohong tidak akan pernah mati sampai kiamat datang.

“Iblis itu dari jin dan manusia. Maka dia gunakan manusia untuk ciptakan permusuhan. Jadi sampai hari kiamat hoax itu masih ada.” ujarnya.

Namun Kiyai Manan mengingatkan kepada semua orang bahwa hanya orang-orang yang tidak mau melakukan perbaikan diri dan menjadi orang yang tidak ikhlas dengan apapun.

“Yang tidak termakan hoax kata Iblis itu adalah mereka yang yang mau selalu memberikan perbaikan. Perbaikan itu ada di tangan anda semua, maka jadilan mukhlasin,” tuturnya.

Jaga persatuan dan kesatuan

Walaupun hoax akan tetap ada sampai kapanpun, Kiyai Manan pun mengingatkan bahwa hoax tidak bisa ditangkal. Ia mengatakan bahwa rasa persatuan dan kesatuan ampuh untuk menangkal penyebaran hoax.

“Kita sudah terbangun persaudaraan, di tengah-tengah masyarakat kita ada yang namanya persaudaraan Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim. Ada juga ukhuwah wathoniyah atau persaudaraan sebangsa setanah air. Ada jg persaudaraan insaniyah atau persaudaraan sesama manusia. Semua ini sudah terbangun dengan kokoh. Jadi, sudahlah bebaskan apapun pilihan politiknya karena semua punya niatan ke depan lebih baik, semua partai juga pengen kedepan Indonesia baik semua,” tuturnya. (ibn)