Formasi Serukan Stop Politisasi Masjid di Masjid Sunda Kelapa

Formasi Serukan Stop Politisasi Masjid di Masjid Sunda Kelapa

BERBAGI

Redaksikota – Forum Rembuk Masjid Indonesia (Formasi) berencana menggelar kegiatan silaturrahmi akbar para takmir Masjid se-Jabodetabek pada hari Kamis (15/3/2018) sekitar pukul 10.00 WIB di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, mereka juga sekaligus akan menyerukan kepada masyarakat untuk tidak menjadikan masjid sebagai tempat untuk penggalangan suara politik praktis.

“Mencegah oknum yang memanfungsikan masjid dari unsur politik praktis,” kata Formasi dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Rabu (7/3/2018).

Penggunaan masjid sebagai sarana penggalangan dan kegiatan politik praktis memiliki kerentanan terjadinya konflik dan perpecahan ummat. Padahal menurut mereka, masjid adalah tempat ibadah dan kegiatan keagamaan yang menyatukan ummat bukan malah menimbulkan konflik.

“Mengutamakan fungsi Masjid untuk tempat beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan menjadikan Masjid sebagai sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana memecah belah umat dan memperuncing perbedaan,” tegasnya.

Bagi mereka, masjid adalah tempat paling pantas untuk penyebaran dakwah-dakwah yang membawa pada ukhuwwah islamiyah. Maka sebaiknya panggung-pangguh syiar untuk menyerukan persatuan dan perdamaian seperti tuntuan syariat Islam harus digalakkan.

“Menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadikan mimbar-mimbar Masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi, bukan caci maki, ujaran kebencian dan ajakan permusuhan,” tambahnya.

Terakhir, penguatan kesadaran umat tentang gerakan oknum pemecah belah ummat demi kepentingan politik perorangan atau kelompok juga menjadi penting. Salah satunya adalah menghindarkan mimbar-mimbar mulia di masjid disi oleh kelompok-kelompok tersebut, apalagi kelompok garis keras.

“Mencegah masuknya Khotib dan Penceramah Masjid yang berpaham radikal, takfiri, ujaran kebencian, intoleran dan anti Pancasila,” tutupnya. (ibn)