HMI Jakarta Raya Ajak Warga Kembangan Makmurkan Masjid

HMI Jakarta Raya Ajak Warga Kembangan Makmurkan Masjid

BERBAGI

Redaksikota – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Raya menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad ke 71 di Masjid Baiturrahman, Kembangan, Jakarta Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Ratusan jamaah tampak antusias mendengar ceramah dari Ustadz Husnul Muhtadi.

Saat memberikan tausiyahnya, Ustadz Husnul mengingatkan kepada para jamaah untuk menjaga tali silaturrahmi antar umat baik sesama umat Islam maupun antar umat beragama lainnya. Hal ini dikatakannya sesuai dengan syiar Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Nabi Muhammad adalah contoh yang baik. beliau adalah uswah hasanah yang baik yang perlu kita teladani,” kata Ustdz Husnul dalam tausiyahnya, Jumat (2/3/2018).

Kemudian salah satu upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan ntar umat beragama khususnya umat Islam adalah dengan memakmurkan tempat ibadah seperti masjid. Jika masjidnya dirawat dan dimakmurkan dengan tepat oleh para jamaah dan penggunanya, maka kedamaian akan terawat.

“Bagaimana agar Indonesia damai, kita harus mulai dari gerakan masjid yang damai dan Insya Allah negara kita aman dan damai. Bagaimana cara masjid bisa membawa kedamaian yakni para pengguna masjidnya bisa menjaga lisannya dari tindakan menyakiti orang lain,” tuturnya.

Berangkat dari menjaga lisan demi meneladani Rasulullah untuk nenjaga ukhuwwah basyariyah, Ustadz muda ini juga mengingatkan agar jamaah tidak mudah terpancing dengan ujaran kebencian yang rentan tersebat di jagat sosial media.

Ia mengingatkan agar apapun yang disebarluaskan maupun dimatakan di media sosial, haruslah difilter terlebih dahulu apakah konten yang dibuat tersebut bisa menyakiti orang lain atau tidak, jika berpotensi menyakiti orang lain sebaiknya tidak perlu disebarluaskan.

“Apapun yg kita akan lontarkan ke sosial media atau kita lepaskan dari lisan kita, sebaiknya kita fikirkan dulu apakah nanti akan menyakiti orang lain atau tidak. Alangkah baiknya yang kita ucapkan adalah kata-kata yang penuh hikmah agar Allah selalu berikan rahmat kepada kita,” tegasnya.

Jangan umbar kebencian di Masjid

Kemudian Ustadz Husnul juga mengingatkan kepada seluruh jamaah masjid Baiturrahman untuk tidak membuat perpecahan antar umat, apalagi menjelek-jelekkan orang atau kelompok lain untuk kepentingan pribadi.

Baginya, masjid dapat diumpamakan sebagaina rumah. Jika rumah tersebut bersih dan rapih serta tuan rumahnya ramah, maka tamu yang hadir pun bisa merasa tenang, nyaman, tentram dan damai.

“Masjid itu ibarat hati, jangan ada hasut dengki dan ujaran kebencian. Kalau hati kita seperti itu maka kita akan sakit dan tidak nyaman. Begitu juga dengan masjid, jangan gunakan untuk ghibah, namimah dan ngomong-ngomong yang membuat orang lain sakit hati,” tuturnya lagi.

Ditambah lagi saat ini sudah masuk tahun politik, dan banyak sekali kelompok-kelompok yang mencoba menggalang dukungan dan suara melalui media masjid. Disampaikan Ustadz Husnul, komersialisasi dan politisasi masjid semacam ini perlu diwaspadai agar tidak merusak fungsi masjid secara khittoh.

“Ini adalah tahun politik, makanya kita harus jaga masjid-masjid kita dari tindakan-tindakan yang menghasut. Boleh kita bicara kenegaraan dan politik, ajak ketua RT atau RW, pemuda dan masyarakat untuk bahas masalah negara. Boleh kalau itu, dan itulah bagian dari memanfaatkan dan memakmurkan masjid untuk kepentingan keummatan,” terangnya.

Namun sayangnya, penggunaan masjid untuk menghasut, menjelek-jelekkan dan menghina seseorang atau kelompok tertentu apalagi sampai menyebarkan hoax dan menghasut agar jamaah masjid merasa benci dan dengki dengan orang atau kelompok tertentu, maka hal itu yang sangat tidak dibenarkan.

“Kita boleh berbeda pilihan partai, pilihan pimpinan dan pilkada tapi jangan membuat kita bertengkar dan bermusuhan. Karena kita punya misi dari Nabi Muhammad untuk menjaga stabilitas rahmat,” tegasnya.

“Enggak bakal masuk syurga bagi orang-orang yang memutuskan tali silaturrahmi. Mari jaga persaudaraan kita, ajak ngopi lah teman-teman kita dan yang lagi bermusuhan mari bersatu lagi. Kita diskusi kenapa nih masjid kita sepi, yuk kita ramaikan lagi, begitu,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua HMI Jakarta Raya Eka Fajariyanto mengatakan bangga dengan kondisi Masjid Baiturrahman Kembangan ini, dimana masih banyak anak-anak yang ikut memakmurkan masjid.

“Saya senang hadir banyak anak-anak di sini. Inilah bentuk masjid yang sebenarnya bahwa masjid sangat ramah dengan anak,” tuturnya.

Ia juga berharap Masjid Baiturrahman ini dapat dicontoh oleh masjid-masjid lain agar dapat terus melibatkan anak-anak untuk meramaikan masjid, sehingga para generasi muda bangsa Indonesia dapat semakin akrab dan ramah dengan masjid-masjid mereka.

“Kita jangan alergi dengan suara berisik anak-anak di masjid. Kalau kita alergi dengan suara mereka saat kita sholat, bagaimana dengan saudara-saudara kita di Palestina dan negara-negara timur tengah lainnya yang mereka kebisingan dengan suara bom,” tambahnya. (ibn)